Membuka Potensi Beternak Puyuh, Ini Tantangan dan Peluang yang Dibahas

BOGORTODAY.COM – PT. Sukaharja Quail Indonesia, Asosiasi Puyuh Indonesia, dan Quail Innovation Center berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor menyelenggarakan Workshop Beternak Puyuh: Peluang dan Tantangannya, Sabtu (14/9/2024).

Hal itu dalam mendukung pengembangan agribisnis di Indonesia dan menyediakan sumber protein alternatif bagi Program Makanan Bergizi Gratis Nasional.

Peluang Bisnis argibisnis dan Tantangan dalam Industri Peternakan telah menjadi topik yang menarik bagi banyak investor dan peternak.

Peserta yang hadir antara lain peternak, pengusaha, akademisi, pelaku UMKM, pengusaha Horeka (Hotel, Restoran, Katering), serta media.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang “Opportunity Economy” (Peluang Ekonomi) dalam beternak puyuh. Konsep ini menciptakan kesempatan kerja, mendorong inovasi, dan mendukung pertumbuhan yang merata.

Workshop ini dibuka dengan pemaparan dari DR(HC) Slamet Wuryadi, Ketua Asosiasi Puyuh Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Sukaharja Quail Indonesia.

BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Buka 5.127 Formasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Simak Posisi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

Dalam sesinya yang bertajuk “Kiat-kiat Beternak Puyuh yang Menguntungkan”, Slamet Wuryadi menekankan pentingnya efisiensi manajemen peternakan puyuh untuk memastikan keberlangsungan dan profitabilitas.

“Beternak puyuh memiliki potensi besar, terutama jika kita mampu mengelola pakan, suhu, dan kesehatan puyuh dengan baik. Hal ini bisa menjadi usaha yang sangat menguntungkan jika dikelola dengan benar,” ujar Slamet.

Selanjutnya, Prof. Erliza Hambali, Guru Besar IPB University, menyampaikan topik menarik tentang “Peluang Investasi di Sukaharja Smart Quail Farm”. Menurutnya, industri puyuh saat ini semakin modern dengan adopsi teknologi peternakan yang canggih, yang memungkinkan peningkatan efisiensi dan produksi.

“Smart Quail Farm adalah salah satu inovasi yang memungkinkan peternak untuk meningkatkan hasil ternak melalui manajemen berbasis teknologi, sekaligus menawarkan peluang investasi yang menjanjikan,” tutur Prof. Erliza.

Workshop ini juga menyoroti pentingnya diversifikasi produk olahan puyuh, yang disampaikan oleh Saleha, seorang chef sekaligus dosen di STP Bogor.

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Dalam sesi bertajuk “Produk-Produk Olahan Puyuh untuk Program Makan Bergizi Gratis”, Saleha selaku Chef dan juga Dosen STP Bogor menjelaskan, bahwa olahan daging dan telur puyuh kaya akan nutrisi dan dapat diintegrasikan dalam program makanan bergizi.

“Daging dan telur puyuh mengandung nutrisi yang sangat tinggi, terutama protein, zat besi, dan vitamin B12. Produk olahan ini dapat menjadi alternatif dalam program makanan sehat bagi masyarakat,” kata Saleha.

Workshop ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi peserta tentang potensi besar beternak puyuh dan peluang pengembangan industri puyuh di Indonesia, serta memotivasi pengusaha dan peternak untuk berinovasi dalam usaha mereka.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================