Membuka Potensi Tersembunyi Bagi Anak Hiperaktif

Ilustrari Anak Hiperaktif. (Foto: Dok. Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Kehidupan anak-anak penuh warna dan menyenangkan. Namun bagaimana jika anak sangat aktif dan bisa disebut hiperaktif? Memang, bisa jadi sulit untuk merawat anak yang lebih aktif dari pada anak pada umumnya.

Apakah Anda memarahi, menghukum, atau membiarkannya sendiri? Anak hiperaktif mungkin terlihat nakal dan sulit diatur. Sehingga tidak jarang anak hiperaktif lekat dengan unsur-unsur negatif.

Sebenarnya anak hiperaktif itu merupakan anak yang memiliki kreativitas dan kecerdasan di atas rata-rata.

Psikolog Pendidikan, Widianto Atmaja mengatakan, salah satu cara menangani anak yang hiperaktif adalah dengan menyalurkan keaktifannya pada kegiatan yang bermanfaat, atau bisa memasukkannya ke dalam beberapa klub maupun kursus yang berhubungan dengan hobi si anak tersebut.

“Jika anak suka bergerak kenapa tidak memasukkan anak ke klub olahraga, kalau anak suka seni bisa dimasukkan ke sanggar. Kita harus jeli dalam melihat potensi yang ada pada anak. Karena kalau kita tidak jeli maka akan membuat si anak tidak nyaman dan meyebabkan ia memeberontak,” ungkap pria yang akrab di panggil Widi.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Lebih lanjut dia menuturkan, anak hiperaktif tidak boleh diberi obat. Sebab beberapaterapi yang dilakukan untuk mengatasi keagresifan anak biasanya dengan cara nonmedis. Apalagi sebagian besar orang tua sedikit kuatir jika harus memberikan obat-obatan pada anak.

Selain memberikan efek samping yang dapat mengganggu kesehatanorgan tubuh lainnya, konsumsi obat juga hanya bersifat mengurangi gejala untuk sementara.

Menurt Widi, komunikasi dua arah dengan anak hiperaktif, harus selalu diutamakan. Komunikasi dua arah yang harus diterapkan sebaiknya bersifat tanya jawab dan bukan memerintah.

BACA JUGA :  Pansus DPRD Kota Bogor Rampungkan Raperda BPBD Tipe A dalam Waktu Satu Bulan

Anak hiperaktif itu unik. Memberikan perintah kepada anak hiperaktif harus disertai dengan penjelasan logis dan proses tanya jawab. “Biasanya, kebanyakan orang tua yang sudah menyadari bahwa anaknya seorang yang hiperaktif, menyalurkan kelebihan energi yang ada pada anak dengan olahraga.

Biasanya yang sangat cocok dengan kondisi tersebut adalah renang. Renang yang pada awalnya hanya sebagai terapi, kemudian akan menjadi kesibukan baru. Karena itu, pahami bagaimana minat anak hiperaktif, kemudian salurkan energinya sesuai dengan hobi anak tersebut.” tutup Widi.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================