Kerusuhan di Desa Bugalima: 51 Rumah Hangus Terbakar dalam Sengketa Lahan

Kerusuhan di Desa Bugalima: 51 Rumah Hangus Terbakar dalam Sengketa Lahan

BOGORTODAY.COM – Sebanyak 51 rumah di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, hangus terbakar akibat tindakan massa yang dipicu oleh sengketa lahan. Insiden tragis ini terjadi pada Senin, 21 Oktober 2024, sekitar pukul 04.30 Wita, mengakibatkan satu korban jiwa dan beberapa orang mengalami luka-luka.

Kabag Ops Polres Flores Timur, AKP Ridwan, menjelaskan bahwa insiden ini berawal dari konflik yang melibatkan dua desa, yaitu Desa Bugalima dan Desa Ile Pati. Aksi pembakaran dilakukan oleh massa dari Desa Ile Pati, yang datang dengan membawa bom rakitan dan senapan angin. Suasana menjadi mencekam ketika suara letusan bom rakitan terdengar, membuat masyarakat Bugalima panik.

BACA JUGA :  Beasiswa Fast Retailing Foundation 2026 Dibuka Juli Mendatang, Kesempatan Kuliah S1 di Jepang

“Warga tidak tahu harus menyelamatkan ibu dan anak-anak atau menghadapi massa yang datang membawa senjata,” ungkap Kepala Desa Bugalima, Rikardus Baka Tukan.

Dalam keadaan kacau, beberapa warga mengalami luka akibat lemparan batu dan tembakan dari senapan angin.

Satu orang tewas dalam peristiwa ini, seorang pria berusia 70 tahun, sementara total 51 rumah dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, sejumlah warga juga mengalami cedera, termasuk dua orang yang terkena lemparan batu dan tembakan.

“Kabel-kabel listrik berserakan di atas tanah, dan bau tidak sedap menyebar dari lokasi kebakaran,” tambah Rikardus.

Polisi segera bertindak dengan mengamankan 11 orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran dan perusakan. Awalnya, enam orang ditangkap, diikuti oleh lima orang tambahan. “Kami melakukan penegakan hukum untuk menjaga situasi tetap kondusif,” tegas AKP Ridwan.

BACA JUGA :  Orang Tua Wajib Tahu, Ini Jarak Aman Anak Menonton TV dan Dampaknya bagi Kesehatan Mata

Kepolisian juga mengimbau masyarakat Desa Ile Pati untuk menyelesaikan permasalahan dengan jalur hukum yang ada dan berharap mereka kembali ke desa masing-masing.

Insiden tragis di Desa Bugalima menjadi sorotan, mencerminkan betapa sengketa lahan dapat memicu konflik yang merugikan banyak pihak.

Tindakan tegas dari kepolisian diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan mendorong penyelesaian masalah melalui jalur damai. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mencari solusi tanpa kekerasan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================