REFLEKSI SUMPAH PEMUDA, PRESIDEN MAHASISWA UNIVERSITAS BINANIAGA : KESENJANGAN AKSES PENDIDIKAN MASIH MENJADI PERSOALAN BESAR

Ditengah janji manis “Maju Bersama Indonesia Raya” seharusnya pendidikan tinggi tidak lagi menjadi beban berat bagi kalangan pemuda. Pemerintah perlu mengalihkan perhatian pada dua aspek penting: penyediaan akses pendidikan tinggi yang terjangkau dan relevan, serta kebijakan ketenagakerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja muda.

Program bantuan pendidikan harus diperluas dan disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi generasi muda saat ini.

Kita memerlukan perguruan tinggi yang mampu mempersiapkan lulusan tidak hanya dalam kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan kritis dan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Perkuat Identitas Daerah Lewat Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Budaya

kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan harus lebih ditingkatkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pemerintah juga harus mendorong wirausaha muda dengan memberikan akses yang mudah pada permodalan, pendampingan, dan kebijakan yang mendukung berkembangnya usaha-usaha kecil.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Kesehatan Global, Tim Ahli Pantau Potensi Wabah Secara Real-Time

Maju bersama bukan berarti hanya sekelompok orang yang mendapat kesempatan maju, tetapi semua generasi muda, tanpa terkecuali, yang diberdayakan dan dilibatkan dalam pembangunan Indonesia.

Momen Sumpah Pemuda tahun ini harus menjadi refleksi untuk mengatasi ketimpangan yang menghalangi pemuda, termasuk tingginya biaya pendidikan dan minimnya peluang kerja.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================