
Ditengah janji manis “Maju Bersama Indonesia Raya” seharusnya pendidikan tinggi tidak lagi menjadi beban berat bagi kalangan pemuda. Pemerintah perlu mengalihkan perhatian pada dua aspek penting: penyediaan akses pendidikan tinggi yang terjangkau dan relevan, serta kebijakan ketenagakerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja muda.
Program bantuan pendidikan harus diperluas dan disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi generasi muda saat ini.
Kita memerlukan perguruan tinggi yang mampu mempersiapkan lulusan tidak hanya dalam kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan kritis dan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan harus lebih ditingkatkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pemerintah juga harus mendorong wirausaha muda dengan memberikan akses yang mudah pada permodalan, pendampingan, dan kebijakan yang mendukung berkembangnya usaha-usaha kecil.
Maju bersama bukan berarti hanya sekelompok orang yang mendapat kesempatan maju, tetapi semua generasi muda, tanpa terkecuali, yang diberdayakan dan dilibatkan dalam pembangunan Indonesia.
Momen Sumpah Pemuda tahun ini harus menjadi refleksi untuk mengatasi ketimpangan yang menghalangi pemuda, termasuk tingginya biaya pendidikan dan minimnya peluang kerja.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















