Penyakit Gondongan Merebak di Kabupaten Bogor, Dinkes Serukan Pola Hidup Sehat

penyakit gondongan
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Luki Gema Safari. Foto : Rifki Ramadhan/bogortoday.com.

BOGORTODAY.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor melaporkan peningkatan signifikan kasus penyakit gondongan (mumps) di bulan Oktober 2024.

Dalam laporan tersebut, tercatat 187 kasus gondongan yang terjadi di 40 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, dengan sebagian besar pasien berusia antara empat hingga enam tahun.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Luki Gema Safari, menyebutkan bahwa jumlah kasus ini melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya, September 2024, yang hanya mencatatkan lima kasus.

Luki menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab lonjakan ini adalah keterlambatan pasien dalam mencari pengobatan setelah menunjukkan gejala.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

“Peningkatan ini terjadi karena beberapa individu yang terinfeksi gondongan tidak segera melakukan pemeriksaan, sehingga kasus-kasus tersebut tidak terdeteksi oleh tenaga kesehatan,” ujarnya, Kamis (31/10/2024).

Luki juga menambahkan bahwa wilayah Gunung Sindur menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 70 kasus.

Meskipun gondongan tidak termasuk dalam kategori penyakit potensial wabah yang berisiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat, penularan virus ini tetap harus diwaspadai.

“Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui batuk, bersin, serta konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh pengidap penyakit gondongan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, Luki meminta agar siapa pun yang mengalami gejala seperti batuk, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, serta pembengkakan di dekat rahang bawah, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Minimalkan kontak sosial dan hindari masuk sekolah atau bekerja jika mengalami gejala untuk menghentikan penyebaran virus,” tutupnya. (Rifki Ramadhan)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================