Kasus DBD di Kabupaten Bogor Capai 2.938, 22 Meninggal Dunia

DBD
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana. Foto : Rifki Ramadhan/bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat 2.938 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) antara Januari hingga Oktober 2024, yang mengakibatkan 22 orang meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencakup total kasus di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Dari 2.938 kasus, 22 di antaranya berakhir dengan kematian,” ujarnya, Senin (4/11/2024).

Adang merinci jumlah kasus DBD berdasarkan bulan, dengan puncak kejadian pada Maret dengan 561 kasus, diikuti April (408), Mei (394), Juni (407), dan seterusnya. Bulan Agustus mencatatkan jumlah terendah dengan 108 kasus.

BACA JUGA :  Telan Anggaran Rp5,5 Miliar, Perbaikan Tebing Longsor Kebon Pedes Mulai Digarap Siang Malam

Dari segi lokasi, Kecamatan Cibinong dan Cileungsi menjadi wilayah dengan kasus terbanyak. “Sebaran kasus tertinggi yaitu di Kecamatan Cibinong 407 kasus, Cileungsi 303, Gunung Putri 217, dan Jonggol 180,” tambahnya.

Adang juga menjelaskan bahwa 22 kematian akibat DBD tersebar di 16 kecamatan, dengan Kecamatan Caringin mencatatkan jumlah kematian tertinggi yaitu 3 orang.

BACA JUGA :  Mengapa Curhat Ake Orang Asing Terkadang Terasa Lebih Nyaman? Ini Penjelasan Psikolog

Untuk mengurangi risiko penyebaran DBD, Adang mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Lingkungan yang kotor dapat menyebabkan berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah langkah penting yang harus dilakukan bersama,” tutupnya. (Rifki Ramadhan)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================