Disdik Kota Bogor Perketat Aturan Outing Class Sekolah

Ilustrasi kegiatan sturdy tour Sekolah Dasar (SD) di Bogor. (Foto: Dok. Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor melarang sekolah dasar untuk mengadakan studi your atau outing class di luar wilayah Bogor Raya. Jika sekolah tetap melakukannya, maka hal itu dianggap sebagai pelanggaran oleh Disdik Kota Bogor.

Hal itu dikatakan Kabid Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Bogor, Rini Mulyani, pada Senin (5/11/2024). Ia menyebutkan bahwa larangan tersebut berdasarkan surat keterangan Pj Wali Kota Bogor yang beberapa waktu lalu telah dikeluarkan.

“Nah, kita mengetahui ada surat dari Pj Wali Kota Bogor yang beberapa lalu menyatakan tidak ada outing class diluar Bogor, tapi jika sudah ada pemesanan untuk keluar Bogor, diminta untuk dibatalkan,” jelas Rini Mulyani.

Selain itu, Disdik Kota Bogor mengeluarkan surat yang mengacu pada terjadinya kecelakaan di Subang lalu. Dalam surat sebelumnya pada poin ke tiga, Bogor mengizinkan outing class atau study tour jika direncanakan dari jauh hari, tetapi tidak ada kebijakan saat ini

BACA JUGA :  Nissan Pangkas Waktu Pengembangan Mobil hingga Separuh, Andalkan AI dan Belajar dari China

“Untuk itu kami menjelaskan ke komite seberapa besar dampak outing terhadap pembelajaran, jika dirasa atau kurang berdampak seharusnya tidak usah diadakan. Bukan tidak boleh, tapi kan sudah ada yang mengajukan dahulu itu, akhirnya boleh ke luar kota tetapi harus ada ramp check dari Dishub. Untuk yang sekarang kami tidak menggunakan ramp check karena kami melarang untuk outing ke luar daerah Bogor,” tegas Rini.

Rini menjelaskan, bahwa misalnya, jika seseorang telah membayar, Disdik tidak akan mengeluarkan rekomendasi. Jika sekolah tetap mengadakan itu bentuknya pelanggaran. 

BACA JUGA :  Mengenal Kepribadian Pecinta Kucing, dari Kreatif hingga Penuh Empati

“Kemudian Disdik tidak akan bertanggungjawab. Dalam hal ini jika ditemukan sekolah yang tetap melakukan, kami akan mengandalkan pengawas. Kami tahu, kami tidak bisa memonitor semua, karena ada 289 sekolah negeri dan swasta, sulit untuk mengawasi. Pengawas punya binaan sebanyak 20 dan kami minta untuk ikut,” jelasnya.

Rini juga berpesan agar sekolah tidak membebani siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan dalam program outing class maupun study tour. Kalaupun dilaksanakan, jangan sampai memberatkan atau membebankan.

“Oleh karena itu, persetujuan dari semua orang tua murid sangat diperlukan,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================