
“Semuanya sudah dievakuasi dengan selamat oleh BPBD, Basarnas, PMI, dan TNI-Polri. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ucap Ujang, mengungkapkan rasa syukurnya.
Namun, meski banjir sudah mulai surut sekitar pukul 01.00 dini hari, banyak warga yang harus membersihkan rumah mereka yang tertutup lumpur. Beberapa barang, seperti sofa dan televisi, tampak tertimbun material lumpur dan tak bisa digunakan lagi.
Ujang juga berharap agar pemerintah kabupaten dan provinsi segera memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan mencakup kebutuhan pangan, pakaian, dan barang-barang lainnya yang mendesak, untuk meringankan beban warga yang rumahnya rusak parah.
“Selain bantuan pangan dan kebutuhan dasar lainnya, kami juga berharap ada tenda pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya rusak parah dan tidak layak huni,” ujar Kepala Desa Banjaran Wetan tersebut.
Meskipun banjir telah surut, warga masih harus menghadapi tantangan besar dalam membersihkan sisa-sisa lumpur dan memastikan rumah mereka aman untuk dihuni kembali.
Mereka berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, dan agar langkah-langkah mitigasi bencana bisa segera dilakukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir di masa depan.
Banjir bandang yang melanda Desa Banjaran Wetan ini menjadi pengingat pentingnya upaya mitigasi bencana yang lebih intensif, terutama dalam hal normalisasi sungai yang selama ini diduga menjadi penyebab utama banjir.
Di samping itu, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, serta berbagai lembaga terkait sangat penting dalam memberikan respons yang cepat dan tepat untuk meminimalisir dampak bencana dan membantu masyarakat yang terdampak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















