
Evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Proses pertama dimulai dengan pemindahan muatan pasir yang berserakan di jalan, diikuti dengan upaya untuk mendeteksi dan mengangkat truk yang terguling.
Untuk memastikan sisa pasir yang bertebaran tidak membahayakan pengguna jalan, pihak pemadam kebakaran juga turun tangan membersihkan jalan.
Namun, proses evakuasi sempat terkendala oleh dua faktor. Pertama, jumlah pasir yang cukup banyak dan memakan waktu untuk dipindahkan. Kedua, arus lalu lintas yang padat di pagi hari, terutama karena kecelakaan terjadi di jam sibuk, yang menyebabkan proses evakuasi sedikit lebih lambat.
Polisi menduga, kecelakaan ini terjadi karena sopir truk diduga mengantuk saat berkendara.
“Diduga sopir mengantuk hingga menabrak bahu jalan dan terguling,” ujar Iptu Sutarto. Meskipun demikian, pihak kepolisian masih akan terus menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan ini.
Setelah hampir lima jam, sekitar pukul 08.45 WIB, arus lalu lintas di Jalan Diponegoro mulai kembali normal setelah proses evakuasi selesai. Polisi menghimbau pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di jalan-jalan utama yang sering dilalui kendaraan berat.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di jalan, khususnya bagi sopir truk yang mengangkut muatan berat, serta perlunya istirahat cukup untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan atau mengantuk.
Kepada pengguna jalan lainnya, pihak berwenang juga mengimbau agar selalu menjaga jarak dan berhati-hati, terutama saat melintasi jalan yang sedang diperbaiki atau dalam kondisi lalu lintas yang padat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















