
“Pengecekan dengan ultrasonograf hanya digunakan pada pohon yang secara visual tampak membutuhkan pengecekan lebih lanjut. Alat ini membantu melihat bagian dalam batang utama pohon yang tidak bisa terdeteksi secara visual,” papar Esti.
Esti mengatakan bahwa Disperumkim juga secara teratur memangkas cabang-cabang pohon untuk mencegah ranting yang tidak dapat dicegah dengan alat. Program ini merupakan bagian dari pemeliharaan dan perawatan Disperumkim yang berkelanjutan.
“Untuk patah dahan tidak bisa menggunakan alat, jadi KTP pohon lebih ke batang utama,” katanya.
Untuk hotline kejadian bencana, Esti menegaskan bahwa Disperumkim terhubung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor.
“Tugas kami lebih pada mitigasi dan tindakan pasca kejadian, bukan saat kejadian bencana. Namun, jika BPBD membutuhkan alat tambahan, seperti skylift atau penanganan pohon besar, mereka akan menghubungi kami,” pungkas Esti.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















