
Denada juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh Aisha untuk memberi penjelasan, agar anaknya bisa memahami perasaan tersebut dengan cara yang positif dan sehat.
“Aku bilang ke dia, ‘Kamu menyukai dia karena mungkin kamu dibuat lebih happy dengannya daripada teman-teman kamu yang lainnya’,” tambah Denada.
Meski mencoba untuk tenang dan bijak, Denada mengaku bahwa hatinya sedikit berdebar saat Aisha mulai bercerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan perasaan suka kepada lawan jenis.
“Tapi sih dalam hati sudah deg-degan banget ini hati aku,” tuturnya sambil tertawa.
Di tengah kehidupannya yang penuh kesibukan, Denada terus berusaha menjaga kedekatan dengan Aisha meskipun harus bolak-balik Indonesia-Singapura.
Ia juga terus memberi dukungan penuh kepada Aisha, terutama setelah sembuh dari leukemia, agar anaknya tumbuh menjadi remaja yang sehat, bahagia, dan siap menghadapi tantangan hidup.
Sikap bijak dan pengertian Denada terhadap perkembangan emosi dan sosial Aisha menunjukkan betapa besar perhatian dan kasih sayang yang ia berikan pada putrinya, meskipun Aisha sudah semakin tumbuh menjadi seorang remaja yang mandiri.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















