
2. Pada Tingkat popularitas dan akseptabilitas calon Wali Kota Bogor. Dedie Rachim menempati posisi pertama dengan popularitas mencapai 70,5% dan akseptabilitas 64,3%. Kemudian Atang Trisnanto dengan popularitas 62,2% dan akseptabilitas 54,3. Lalu nomer tiga ada Rena da Frina dengan popularitas 59,5% dan akseptabilitas 53,8%. Kemudian ada Sendi ferdiansyah dengan Popularitas 58,9% dan akseptabilitas 52,3%. Diposisi terakhir ada Raendi Rayendra popularitas 54,8% dan akseptabilitas 46,8%.
3. Untuk Elektabilitas pasangan calon Wali Kota Bogor 2024, urutan pertama pasangan Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin dengan 29,6%, kemudian Atang Trisnanto dan Annida Allivia dengan 20,2%. Lalu nomer tiga ada pasangan Rena da Frina dan Achmad Tedy Risandi dengan 18,4%. Kemudian pasangan Sendi Ferdiansyah dan Melli Darsa dengan 17,1% dan terakhir pasangan Raendi Rayendra dan Eka maulana dengan 8,4%. Sedangkan 6,3% responden menjawab tidak tahu tidak jawab.
4. Dalam hal kemantapan pilihan 58,2% responden mengaku sudah mantap akan pilihannya. Sedangkan 34,7% mengaku masih mungkin berubah. Sementara 7,2% menjawab tidak tahu.
5. Sedangkan dalam hal waktu kemantapan dalam menentukan pilihan 40,8% responden mengaku saat ini sudah mantap dengan pilihannya. Kemudian 36,4% akan memantapkan pilihan pada seminggu sebelum pemilihan dan pada saat di kotak suara. Artinya dalam waktu satu minggu kedepan menjelang pencoblosan masih bisa terjadi perubahan secara electoral dalam Pilwalkot Bogor.
6. Toleransi politik uang dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor juga cukup tinggi. 70,2% responden memaklumi adanya politik uang atau pemberian dalam pemilihan Wali Kota Bogor. Sedangkan 25,3% responden menjawab tidak dapat dimaklumi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















