Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
ABDUL Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengaku sedang melakukan kajian untuk penerapan UN. “Masih dalam proses pengkajian,” kata Mu’ti (5/11). Ia mengatakan tidak mungkin melakukan perubahan suatu kebijakan pendidikan di tengah tahun ajaran.
UN dihapuskan dalam kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh Mas Nadim Makarim. Sekarang di masyarakat ramai lagi, ada yang pro dan ada kontra jika UN diberlakukan lagi.
Inilah dampak positif dari UN, menurut Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian menilai penerapan kembali UN dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memetakan perkembangan pendidikan di Indonesia.
Dampak positif yang lain adalah UN berdampak pada peningkatan motivasi siswa dan guru dalam proses pembelajaran dan meningkatnya partisipasi orang tua dalam memotivasi anaknya untuk dapat terus giat belajar.
Sedangkan dampak negatif dari UN adalah suasana murid, guru dan orang tua menjadi mencekam, karena UN dijadikan syarat untuk kelulusan murid. Banyak kecurangan yang dilakukan pihak sekolah, yang penting muridnya lulus, sehingga ada istilah tim sukses UN.
UN yang hanya mengujikan beberapa mata pelajaran juga berdampak pada timbulnya kesan bahwa mata pelajaran yang tidak diujikan menjadi tidak penting, selain itu pengujian dalam ranah kognitif saja menyebabkan unsur afektif dan psikomotorik diabaikan begitu saja.
Dan inilah usulan penulis yaitu adanya Ujian Sekolah (US), Ujian Kota/Kabupaten (UK) , Ujian Provinsi (UP) dan Ujian Nasional (UN) yang lebih adil dan realistis, sesuai dengan akal sehat kata Rocky Gerung.
Untuk US semua murid harus ikut dan US menjadi syarat kelulusan murid. Hanya agar US dan sekolah punya kewibawaan, gengsi dan greget, maka US harus menjaga mutunya dan jika ada murid yang tidak lulus, maka murid tersebut untuk mengulang pada US lagi.
Jika sudah mengulang US juga tidak lulus lagi, maka tetap diluluskan tapi dengan diberi tugas dan diberi hukuman yang mendidik. Tidak seperti sekarang, murid tenang dan santai saja, karena pasti dijamin naik dan lulus.
Sedang UK, UP dan UN itu untuk murid dan sekolah yang berprestasi saja, dan ketiga ujian ini untuk memetakan mutu sekolah ditingkat Kota/Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Ayo pak menteri yang baru dengan timnya untuk menyusun ujian yang membawa manfaat, keadilan dan kemajuan bagi NKRI. Jayalah Indonesiaku.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















