BOGORTODAY.COM – Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri menyampaikan bahwa indeks ketahanan pangan di Kabupaten Bogor masih terbilang cukup rendah.
Hal ini didasarkan pada data bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Bogor masih menduduki angka 70 persen.
“Jadi seharusnya kan memang dari 100 kita 70,46 kalo ga salah jadi seperempatnya lagi kita harus capai 100,” ujar Bachril, Kamis (28/11/2024).
Bachril menyatakan akan bekerjasama dengan IPB University untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Bogor yang masih rendah.
Sementara itu, Plt. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengungkapkan pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi salah satu penyebab rendahnya indeks ketahanan pangan.
“Peningkatan produksi pertanian kita relatif selalu turun terus menerus, jadi intensifikasi sama eksentifikasi pertanian dianggap rendah sedangkan pertumbuhan penduduk cepat,” ungkapnya.
Selain itu, Bambam menjelaskan terkait minimnya wilayah pedesaan untuk melakukan penghitungan indeks ketahanan pangan Kabupaten Bogor masih tergolong rendah.
“Seharusnya untuk tingkat Kabupaten perhitungan dari pusat kita harus bisa memproduksi semuanya sendiri tetapi kita semuanya sudah perkotaan, setengah masih perdesaan itu yang kurang pas untuk perhitungan indeks ketahanan pangan kita,” jelasnya.
Namun, Bambam menegaskan bahwa Kabupaten Bogor tidak kekurangan bahan pangan. Sebab, menurutnya, daya beli masyarakat masih cukup tinggi.
“Tetapi untuk pemenuhan pangan kita itu tidak kekurangan pangan, daya beli kita tinggi,” tutupnya. (Rifki Ramadhan)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















