BOGORTODAY.COM – Kesehatan organ usus sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Usus yang sehat tidak hanya mendukung proses pencernaan yang lancar, tetapi juga berhubungan langsung dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat dan fungsi otak yang optimal.
Penelitian terkini bahkan menunjukkan bahwa mikrobioma usus, yang terdiri dari miliaran bakteri, dapat memengaruhi sistem saraf pusat, yang mengendalikan fungsi organ otak.
Namun, beberapa jenis minuman yang dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat berisiko merusak kesehatan organ usus.
Minuman yang mengandung gula tinggi, pemanis buatan, bahan pengawet, atau asam yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus dan memengaruhi pencernaan.
Berikut adalah beberapa minuman yang sebaiknya dibatasi untuk menjaga kesehatan usus, seperti yang disarankan oleh pakar nutrisi dalam artikel Eat This Not That:
- Teh Manis
Teh manis, terutama yang mengandung banyak gula tambahan seperti es teh manis, dapat merusak kesehatan usus. Menurut Toby Amidor, MS, RD, CDN, FAND, pakar nutrisi, konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi dapat memicu peradangan dan mengubah keseimbangan mikrobioma usus yang sehat.
Sebuah studi pada 2020 juga menemukan bahwa pola makan tinggi gula dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara bakteri ‘baik’ dan ‘buruk’ di usus, yang pada gilirannya dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Jus dengan Tambahan Gula
Jus manis yang mengandung tambahan gula juga sebaiknya dibatasi konsumsinya. Meskipun jus dapat mengandung beberapa vitamin dan mineral, banyak jus yang diproduksi di pasaran mengandung gula tambahan yang tidak memberikan manfaat gizi yang signifikan.
Mengonsumsi jus dengan banyak gula tambahan dapat mengubah keseimbangan mikrobioma usus, mempengaruhi bakteri ‘jahat’ yang dapat memperburuk kondisi pencernaan.
Jika Anda ingin menikmati jus, pilihlah jus buah atau sayuran 100% tanpa tambahan gula, karena ini akan memberikan lebih banyak nutrisi penting dan termasuk dalam asupan buah dan sayuran harian yang direkomendasikan.
- Minuman Berenergi
Minuman berenergi yang kaya kafein dapat memberikan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan usus.
Menurut Lauren Harris-Pincus, MS, RDN, konsumsi minuman berenergi yang mengandung kafein tinggi dapat menyebabkan gastritis (peradangan lambung), peningkatan motilitas usus, serta diare.
Kafein berlebih dapat meningkatkan produksi asam lambung, memperburuk gejala refluks, dan memperburuk gangguan pencernaan, khususnya pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS).
Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga dapat menyebabkan kegelisahan dan meningkatkan kecemasan, yang dapat memperburuk gejala pencernaan pada penderita IBS.
- Minuman Bersoda
Minuman bersoda adalah salah satu jenis minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit radang usus (IBD). Kandungan gula dalam soda dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal karena tidak terserap dengan baik di usus.
Hal ini dapat menarik air ke dalam saluran gastrointestinal dan usus untuk mencairkan gula berlebih, yang berisiko menyebabkan diare dan tinja encer.
Bagi mereka yang memiliki kondisi pencernaan sensitif, soda dapat memperburuk masalah pencernaan, seperti kembung dan perut terasa penuh, serta mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.
Untuk menjaga kesehatan usus yang optimal, penting untuk menghindari atau membatasi konsumsi minuman yang mengandung banyak gula, kafein, atau bahan kimia lainnya yang dapat merusak keseimbangan mikrobioma usus.
Pilihlah minuman yang lebih alami dan rendah gula, seperti air putih, teh herbal tanpa pemanis, atau jus buah dan sayuran tanpa tambahan gula. Dengan menjaga pola makan dan kebiasaan minum yang baik, Anda dapat mendukung kesehatan organ usus dan tubuh secara keseluruhan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















