Oleh : Bambang (Komunitas Sunda Langgeng Wisesa)
KARANG Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan.
Di Kabupaten Bogor karang taruna sangat penting untuk mendorong dan membantu lembaga sosial kemasyarakatan melalui perjuangan para pemuda yang mewadahi jiwa sosial. Saat ini kabupaten bogor perlu tokoh pemuda yang bisa mengayomi jiwa sosial tersebut.
Salah satu kandidat ketua karang taruna kabupaten Bogor adalah Juweni, pemuda berjiwa sosial dan menjunjung tinggi nilai nilai kearifan lokal kabupaten Bogor selalu disandangnya, diberbagai event kasundaan selalu hadir untuk melestarikan budaya Bogor.
Sosok Figur Juweni atau yang biasa dikenal dengan sebutan Eyang Sanguan apabila menjadi ketua karang taruna kabupaten bogor saya rasa sangat baik dan bagus untuk membawa nama besar karang taruna.
Dan karang taruna kabupaten bogor insya Alloh Akan makin dikenal dan disegani di kabupaten bogor, bahkan saya rasa bukan hanya di kabupaten bogor saja akan besar nama karang taruna.
Sangu Bahasa Indonesia nya Nasi
Di Indonesia bahan pokoknya nasi dan semua kalangan pasti makan nasi, artinya nasi masuk kesemua kalangan tanpa melihat umur, pangkat dan jabatan.
Sosok juweni / Eyang Sanguan adalah figur yang bisa membawa suasana lebih hidup dengan segala aktivitasnya yang mana juweni mampu bersilaturahmi kemana saja dan dimana saja.
Karna Nama eyang sanguan diberikan oleh para kasepuhan kasundaan dan Bukan tanpa alasan para kasepuhan kasundaan memberikan nama Eyang Sanguan.
Didasari dari penglihatan mereka bahwa Juweni dianggap orang yang tidak pernah lelah bersilaturahmi dan tidak membeda-bedakan dengan siapa bersilaturahmi dengan melepaskan warna politik dan menjunjung kebersamaan.
Juweni dalam bersilaturahmi masuk ke semua kalangan dengan mengedepankan adab budaya. Tua, muda, kaya, miskin bahkan dengan warna apapun seorang juweni bisa masuk bersilaturahmi dan dengan mudah menyesuaikan karakter orang yang dikunjunginya.
Bukan hanya itu, tanpa mengenal tempat dan waktu juweni mampu melakukan silaturahmi dan dalam kondisi apapun.
Dengan konsep ngadu bako dan ngopi berjamaah dan selalu tebarkan senyuman termanis dan terindah keseluruhan penjuru nusantara, seorang juweni mampu membawa suasana disetiap silaturahminya.
Bahkan bukan cuma dikalangan menengah bawah dan atas, dikalangan ulama dan kyai juga seorang juweni selalu terlihat hadir dalam silaturahmi.
Inilah yang menjadikan dasar kenapa para kasepuhan kasundaan memberikan nama Eyang Sanguan kepada Juweni, bahkan konsep ide dan gagasannya juga sangat bagus dalam melakukan kegiatan.
Realistis dan penuh dengan keterbukaan dengan menjaga kebersamaan. Dengan membawa kesederhanaan seorang juweni mampu melakukan itu semua.
Apa yang dilakukan seorang juweni sudah mencirikan sosok Sunda yang perlu dicontoh oleh generasi muda kedepan dalam melakukan silaturahmi, dengan membawa adab budaya serta kebersamaan.
Semoga nama Eyang Sanguan bisa membawa berkah bagi siapa saja yang dikunjunginya, karna dalam ajaran agama dan budaya silaturahmi itu sangat dianjurkan agar tetap terjaga kebersamaan dalam memberikan kebaikan. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















