
“Saya posisi lagi pergi, istri jemput anak sekolah. Biasanya ada ramai. Ini tidak mau suruh jemput kalau tidak malah di rumah,” kata Bambang yang tampak kebingungan melihat rumah dan warungnya hancur. Ia berharap kerusakan akibat kecelakaan ini dapat diganti oleh pihak perusahaan truk.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Pati, Ipda Moch Apri Hermawan, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh rem blong pada truk fuso. Sopir, yang diketahui bernama Fernando warga Medan, berusaha mengerem kendaraan tersebut 100 meter sebelum mencapai perempatan, namun remnya tidak berfungsi.
Untuk menghindari dampak yang lebih fatal, sopir membanting setir ke arah kiri dan melewati pulau jalan, hingga truk tersebut menabrak dua rumah semi permanen.
“Sopir terpental keluar dari kabin, dan truk tanpa sopir melaju terus dan menabrak dua rumah,” ujar Apri.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Kerugian akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta, yang mencakup biaya perbaikan rumah dan warung yang terdampak.
Saat ini, pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan terkait insiden ini, sementara keluarga pemilik rumah dan warung berusaha mencari solusi atas kerugian yang mereka alami.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















