Kasus Kekerasan Perempuan di Kabupaten Bogor Meroket, Kinerja Penegak Hukum Dipertanyakan

BOGORTODAY.COM – Jawa Barat mencatat lonjakan kasus femisida atau kekerasan yang menyebabkan kematian perempuan dengan total 51.866 kasus.

Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang, menyebutkan bahwa Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah dengan angka tertinggi, mencapai 95 kasus pada tahun 2024.

“Data pengaduan pada 2024 di Kota Bogor mencapai 37 kasus, dan Kabupaten Bogor mencapai 95 kasus,” kata Veryanto, Senin (9/12/2024).

BACA JUGA :  Jaro Ade Tegaskan Komitmen Pemkab Bogor Perluas Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan

Ia menyoroti bahwa kasus femisida kini terlihat seperti sesuatu yang dianggap normal di masyarakat. Veryanto meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengabaikan fenomena tersebut.

“Femisida tidak bisa dianggap sebagai pembunuhan terhadap perempuan yang biasa terjadi. Ini jelas berbeda. Kami mendorong agar penegak hukum menegakkan hukum dengan tegas terkait femisida,” tegasnya.

Veryanto juga berharap langkah hukum yang tegas dapat memberikan efek jera bagi para pelaku. Ia mengingatkan bahwa jika kasus-kasus ini dibiarkan, risiko kekerasan terhadap perempuan akan semakin meningkat.

BACA JUGA :  Persiapan Persalinan Normal: Latih Fisik dan Mental Sejak Masa Kehamilan

“Jika kasus-kasus ini dianggap remeh, maka tidak akan ada efek jera bagi pelaku, dan ini justru akan meningkatkan risiko terjadinya kekerasan lebih lanjut,” pungkasnya.***

 

Laporan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================