
Ia menjelaskan, hingga Oktober 2024, tercatat 338 kasus HIV dan 123 kasus AIDS di Kota Bogor. Meski jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan kasus pada kelompok remaja yang menjadi perhatian serius.
“Peningkatan kasus pada remaja menjadi fokus bagi kami. Oleh karena itu, kami menggencarkan edukasi dan promosi kesehatan, termasuk melalui talkshow yang diikuti oleh siswa dari 60 SLTA se-Kota Bogor seperti hari ini,” ucap Retno.
Retno menambahkan, bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif dan terus-menerus untuk memastikan generasi muda Kota Bogor memiliki pemahaman yang baik tentang HIV/AIDS serta mampu mengambil langkah preventif untuk melindungi diri mereka.
Kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap isu HIV/AIDS.
Dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, KPAK, masyarakat, dan komunitas pegiat HIV/AIDS, Kota Bogor optimis dapat mewujudkan target zero new cases serta Ending AIDS pada tahun 2030.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















