
Kanit Laka Satlantas Polresta Pasuruan, Aipda Junaedi, membenarkan kejadian tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Sopir mobil hanya mengalami shock ringan dan sudah diberikan perawatan medis,” ujarnya.
Perlintasan kereta api di Desa Kedungboko memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Minimnya rambu-rambu peringatan dan kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya perlintasan kereta api seringkali menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.
“Banyak pengendara yang kurang sabar dan memaksakan diri melewati perlintasan saat kereta api sudah dekat,” ungkap Mukhtar. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya palang pintu di perlintasan tersebut.
Kasus kecelakaan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Selalu berhenti dan perhatikan sekeliling sebelum melintas.
- Pastikan tidak ada kereta api yang sedang mendekat.
- Jangan memaksakan diri melintas jika palang pintu sudah tertutup atau sirine peringatan sudah berbunyi.
- Prioritaskan keselamatan diri dan orang lain.
Kepada pihak terkait, diharapkan dapat segera melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas keselamatan di perlintasan kereta api yang rawan kecelakaan, seperti pemasangan palang pintu otomatis, rambu-rambu peringatan yang lebih jelas, dan peningkatan patroli petugas.
Mari bersama-sama menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















