
Selain itu, laporan dari Rusia mengonfirmasi bahwa pada saat pesawat Azerbaijan Airlines melintasi wilayah Chechnya, pasukan pertahanan udara Rusia sedang berupaya menembak jatuh pesawat tak berawak milik Ukraina yang berada di area yang sama.
Khamzat Kadyrov, Kepala Dewan Keamanan Republik Chechnya, juga mengonfirmasi serangan pesawat tak berawak di Grozny pada Rabu pagi. Namun, ia menambahkan bahwa serangan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
Pemerintah Azerbaijan belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab kecelakaan ini. Namun, jika klaim ini terbukti benar, insiden ini akan menjadi kali kedua dalam sejarah di mana pasukan Rusia dituduh menjatuhkan pesawat komersial.
Sebelumnya, pada 2014, pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh setelah ditembak jatuh oleh rudal yang diluncurkan oleh pasukan pro-Rusia di Ukraina, yang juga menewaskan seluruh penumpang, termasuk warga Rusia.
Pesawat Azerbaijan Airlines yang jatuh ini membawa total 67 penumpang, dengan laporan awal menyebutkan bahwa 38 orang telah tewas akibat kecelakaan ini. Sejumlah sumber dari Amerika Serikat sebelumnya juga telah mengindikasi bahwa pesawat tersebut jatuh akibat hantaman rudal.
Penyelidikan terhadap insiden ini masih berlangsung, dan meskipun belum ada konfirmasi resmi, jika laporan ini terbukti benar, kejadian ini akan menambah panjang daftar tragedi yang melibatkan pesawat komersial dan rudal Rusia.
Kejadian ini kembali memunculkan perhatian internasional terhadap masalah keamanan penerbangan di wilayah yang dilanda ketegangan politik dan militer, serta dampaknya terhadap keselamatan jiwa penumpang pesawat sipil.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















