
Menurut laporan Reuters, pemerintah China juga berencana untuk menerbitkan obligasi pemerintah khusus senilai 3 triliun yuan (sekitar US$411 miliar) pada tahun depan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian China yang merupakan konsumen energi terbesar kedua di dunia.
Meskipun prospek permintaan minyak mentah jangka panjang yang lemah masih membebani harga, penurunan stok minyak mentah AS menjadi faktor yang menahan penurunan harga. Penurunan stok minyak mentah AS memberikan dukungan jangka pendek yang mengimbangi ketidakpastian permintaan minyak di masa depan.
Secara keseluruhan, meskipun tantangan ekonomi global dan ketidakpastian terkait permintaan minyak mentah masih membayangi pasar, ada beberapa faktor yang memberikan harapan bagi prospek harga minyak dunia, terutama dalam jangka pendek.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















