
Meski erupsi freatik ini terjadi tanpa adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkanik, Muhammad Wafid mengimbau masyarakat di sekitar Kawah Sileri untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa konsentrasi gas vulkanik di sekitar area Kawah Sileri terukur dalam ambang normal pasca-erupsi. Visual asap kawah yang teramati pun hanya berwarna putih tipis dengan ketinggian sekitar 20-40 meter dari permukaan air kawah, dan kegempaan vulkanis tidak tercatat.
Namun, untuk menghindari potensi bahaya, Wafid meminta masyarakat dan pengunjung untuk tidak memasuki wilayah dalam radius 500 meter dari Kawah Sileri.
Aktivitas penggalian tanah di sekitar kawah juga harus dilakukan dengan hati-hati karena berpotensi menimbulkan ancaman gas CO2 yang berbahaya.
Selain itu, kawasan-kawasan lainnya di kompleks Gunung Dieng yang berpotensi mengalami erupsi freatik atau memiliki konsentrasi gas berbahaya juga harus dihindari oleh wisatawan dan masyarakat.
Status Gunung Dieng dan Waspada Terhadap Aktivitas Vulkanik
Gunung Dieng, yang terletak pada ketinggian 2.565 mdpl, kini berstatus Level II Waspada. Meskipun erupsi yang terjadi tidak menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat sekitar, pihak PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut untuk mengurangi potensi risiko yang mungkin timbul.
Dengan adanya peringatan dan pengawasan yang ketat, diharapkan masyarakat dapat tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat guna menjaga keselamatan bersama.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















