
BOGORTODAY.COM – Pada Senin, 6 Januari 2025, Kawah Sileri yang terletak di Gunung Dieng mengalami erupsi freatik yang menyemburkan lumpur sejauh maksimal 50 meter.
Peristiwa ini tercatat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, yang menyebutkan bahwa erupsi tersebut terjadi pada pukul 10:58 WIB dan berlangsung sekitar 56,8 detik dengan amplitudo maksimum 42,7 mm.
Erupsi ini menghasilkan semburan lumpur yang terarah ke utara dan barat laut sejauh ±50 meter, ke barat sejauh ±25 meter, dan ke selatan sejauh ±5 meter.
Selain itu, visual asap erupsi tampak berwarna putih tebal dengan ketinggian mencapai sekitar 70 meter dari permukaan air kawah.
Penyebab Erupsi dan Aktivitas Vulkanik di Kawah Sileri
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa erupsi freatik kali ini terjadi tanpa didahului oleh tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Baik secara visual maupun instrumental, tidak ada peningkatan kegempaan atau perubahan geokimia yang terdeteksi sebelum peristiwa erupsi.
Suhu air Kawah Sileri dalam tiga hari terakhir juga dilaporkan berfluktuasi antara 63 hingga 71,5 derajat Celsius, yang masih tergolong normal.
Erupsi freatik merupakan fenomena yang cukup sering terjadi di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Dalam lima tahun terakhir, beberapa erupsi serupa tercatat di Kawah Pagerkandang (14 Januari 2019), Kawah Timbang (15 April 2020 dan 16 Januari 2023), serta Kawah Sileri (29 April 2021 dan 18 Desember 2024), yang mengeluarkan semburan lumpur dengan jarak yang bervariasi.
Imbauan kepada Masyarakat dan Wisatawan
Meski erupsi freatik ini terjadi tanpa adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkanik, Muhammad Wafid mengimbau masyarakat di sekitar Kawah Sileri untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa konsentrasi gas vulkanik di sekitar area Kawah Sileri terukur dalam ambang normal pasca-erupsi. Visual asap kawah yang teramati pun hanya berwarna putih tipis dengan ketinggian sekitar 20-40 meter dari permukaan air kawah, dan kegempaan vulkanis tidak tercatat.
Namun, untuk menghindari potensi bahaya, Wafid meminta masyarakat dan pengunjung untuk tidak memasuki wilayah dalam radius 500 meter dari Kawah Sileri.
Aktivitas penggalian tanah di sekitar kawah juga harus dilakukan dengan hati-hati karena berpotensi menimbulkan ancaman gas CO2 yang berbahaya.
Selain itu, kawasan-kawasan lainnya di kompleks Gunung Dieng yang berpotensi mengalami erupsi freatik atau memiliki konsentrasi gas berbahaya juga harus dihindari oleh wisatawan dan masyarakat.
Status Gunung Dieng dan Waspada Terhadap Aktivitas Vulkanik
Gunung Dieng, yang terletak pada ketinggian 2.565 mdpl, kini berstatus Level II Waspada. Meskipun erupsi yang terjadi tidak menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat sekitar, pihak PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut untuk mengurangi potensi risiko yang mungkin timbul.
Dengan adanya peringatan dan pengawasan yang ketat, diharapkan masyarakat dapat tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat guna menjaga keselamatan bersama.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















