
BOGORTODAY.COM – Dua anak penyandang disabilitas yang tinggal di Kampung Blok Monong, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, kini sedang berjuang menghadapi kehidupan tanpa adanya bantuan yang memadai dari pemerintah.
Marwan Maulana (8) dan Enda Subandi (15) merupakan dua anak yang telah lama menderita kondisi fisik yang mengganggu, namun hingga saat ini belum menerima perhatian yang layak dari Pemerintah Desa atau Pemerintah Kecamatan.
Marwan Maulana: Sejak Usia Satu Bulan Mengalami Gangguan Fisik
Marwan Maulana, anak dari pasangan Mansur dan Eka Herawati, lahir dalam kondisi normal pada tahun 2017. Namun, pada usia satu bulan, Marwan mulai mengalami demam tinggi dan sempat dirawat di RSUD.
Setelah pulang, kondisi Marwan semakin memburuk dengan terjadinya keterlambatan pertumbuhan dan gangguan fisik yang hingga kini masih dialaminya. Meskipun demikian, keluarga Marwan belum menerima bantuan apapun dari pihak pemerintah.
Eka Herawati, ibu Marwan, mengungkapkan bahwa mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan anaknya, seperti pampers, susu, dan makanan.
“Saya berharap dapat bantuan dari pemerintah untuk anak saya, atau ada pihak lain yang mau membantu untuk memenuhi kebutuhan Marwan Maulana,” kata Eka dengan penuh harap.
Meskipun sudah beberapa kali didata oleh pihak desa dan kecamatan, hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum juga datang.
Enda Subandi: Tak Ada Bantuan Selama 15 Tahun
Kisah serupa juga dialami oleh Enda Subandi, anak pertama dari pasangan Ayat dan Erna. Enda yang berusia 15 tahun sejak lahir mengalami disabilitas dan memerlukan bantuan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski sudah 15 tahun menghidupi kondisi tersebut, keluarga Enda belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.
“Selama 15 tahun Enda tidak mendapatkan bantuan. Kalau yang datang untuk mendata sudah beberapa kali, namun tidak ada bantuan yang datang,” ujar Ayat, ayah Enda.
Enda membutuhkan bantuan dalam bentuk pampers dan makanan khusus seperti bubur, yang selama ini sangat dibutuhkan oleh anaknya. Keluarga Enda berharap adanya uluran tangan dari pihak pemerintah atau masyarakat untuk meringankan beban hidupnya.
“Saya berharap adanya bantuan untuk memenuhi kebutuhannya, terutama pampers dan bubur,” tambah Ayat dengan suara penuh harapan.
Kondisi yang Memprihatinkan: Pemerintah Dianggap Lengah
Kondisi yang dialami oleh kedua anak ini menggambarkan betapa sulitnya kehidupan keluarga penyandang disabilitas yang tidak mendapat perhatian memadai.
Meskipun sudah berulang kali didata oleh petugas pemerintah, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bantuan yang diharapkan belum juga terealisasi.
Eka Herawati dan Ayat berharap agar pemerintah lebih peduli terhadap nasib anak-anak penyandang disabilitas seperti Marwan Maulana dan Enda Subandi.
Mereka berharap agar bantuan tidak hanya datang untuk mendata, tetapi juga untuk memberikan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak mereka.
Harapan untuk Masa Depan
Kedua keluarga ini hanya menginginkan agar anak-anak mereka bisa mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.
Bantuan yang memadai dapat meringankan beban hidup mereka, memberikan akses kepada kebutuhan dasar seperti susu, makanan, pampers, dan perawatan yang diperlukan.
Selain itu, adanya perhatian dari masyarakat sekitar juga diharapkan bisa memberikan harapan baru bagi kehidupan keluarga mereka.
Semoga artikel ini dapat mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak penyandang disabilitas yang membutuhkan uluran tangan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















