
BOGORTODAY.COM – PSSI telah mengambil keputusan yang mengejutkan. Induk sepak bola Indonesia tersebut secara resmi telah memecat Shin Tae-yong. Ya, keputusan ini disampaikan langsung oleh Erick Tohir, pada Senin (6/1/2025).
Ia menyatakan dalam konferensi pers bahwa PSSI telah memutus kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Garuda. Keputusan tersebut memicu kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia.
Berbagai laporan mengerucutkan daftar kandidat pelatih timnas Indonesia kepada Patrick Kluivert. Bagaimana rekam jejak Patrick Kluivert? Apakah ia akan menjadi pelatih yang lebih baik untuk timnas Indonesia?
Karir Kluivert di Klub
Nama Patrick Kluivert memang tidak asing bagi para pecinta sepak bola. Pasalnya selama aktif jadi pemain, ia punya rekam jejak yang istimewa.
Berposisi sebagai striker, Kluivert mengawali karir profesionalnya di salah satu raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Debut di usia muda, ia berhasil mengemas 39 gol dari 70 penampilan untuk Il Lancierer.
Di tahun 1997, ia pindah ke raksasa Italia, AC Milan. Namun ia hanya bertahan satu musim saja sebelum pindah ke Barcelona pada tahun 1998.
Di Barcelona, Kluivert bisa dikatakan mencapai puncak karirnya. Ia berhasil mengemas total 90 gol dari total 182 penampilan selama enam tahun membela Las Azulgrana.
Setelah dari Barcelona, ia sempat membela beberapa klub seperti Newcastle United, Valencia, PSV sebelum pensiun di Lille pada tahun 2008 silam.
Andalan Belanda
Tidak hanya bersinar di level klub, Kluivert juga merupakan pemain yang jadi andalan di negaranya, yaitu Belanda.
Kluivert debut di Timnas Belanda pada tahun 1994 silam kala ia masih berusia 18 tahun. Dari situ, ia mulai rutin mendapatkan pangiglan untuk membela Die Oranje.
Ia tercatat mengemas total 79 caps untuk Timnas Belanda dan mengemas total 40 gol bagi Die Oranje. Sebelum ia tutup karir di Timnas Belanda pada tahun 2004 silam.
Kiprah jadi Pelatih
Sebagai pemain, Kluivert memang memiliki karir yang mentereng. Namun bagaimana dengan karirnya sebagai pelatih?
Seusai pensiun, Kluivert mulai menjalani karirnya sebagai pelatih. Semua diawali ketika ia menjadi asisten Louis van Gaal untuk melatih striker.
Dua tahun menjadi asisten di AZ Alkmaar, pada tahun 2010 ia sempat menjadi asisten pelatih di Brisbane Roar. Namun tidak lama di Australia, ia kembali ke Belanda untuk menjadi asisten pelatih di NEC Nijmegen.
Ia juga pernah menangani tim muda Ajax dan juga tim muda Twente. Namun sepanjang karirnya ia hanya satu kali menjadi pelatih tim utama sebuah klub.
Pada tahun 2023, ia diangkat menjadi pelatih kepala Adama Demirspor yang bermain di Liga Turki. Namun ia hanya bertahan enam bulan di sana.
Karir di Timnas Belanda
Dalam perjalanan karirnya, Kluivert juga pernah melatih di tim nasional. Pada tahun 2012, ia menjadi bagian dari tim kepelatihan Timnas Belanda.
Mantan bosnya di AZ Alkmaar, Louis van Gaal memintanya bergabung dengan tim kepelatihannya. Namun ia meninggalkan pekerjaan ini setelah Piala Dunia 2014, di mana ia tidak ikut Louis van Gaal yang pindah menjadi manajer Manchester United.
Di tahun 2015, Kluivert ditunjuk menjadi pelatih kepala Timnas Curacao. Prestasi terbaiknya adalah membantu Curacao lolos ke Piala Karibia 2017 dan juga Piala Emas Concacaf 2017.
Di tahun 2018, Kluivert diminta menjadi asisten Clarence Seedorf saat legenda AC Milan itu menangani Timnas Kamerun. Namun ia hanya satu tahun memainkan peran ini.
Pada tahun 2021, ia sempat diminta menjadi pelatih interim Timnas Curacao lagi, karena pada saat itu Guus Hiddink, pelatih kepala Timnas Curacao mengidap Covid-19.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















