Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti mengatakan bakal menggelar Ujian Nasional (UN) lagi. Terkait ini, ia mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan UN agar kembali dilaksanakan di sekolah.
Hanya saja apakah formatnya bakal sama seperti UN di tahun-tahun sebelumnya, Mendikdasmen tak bisa merinci hal itu dulu.
Pembaca Bogor Today yang budiman, penulis juga sudah menulis opini tentang rencana pemerintah untuk menerapkan UN lagi, yaitu pada tanggal 23 november 2024 dengan judul ”Solusi Untuk Pengganti UN Yang Lebih Adil”.
Sari pati dari opini ini adalah adanya Ujian Sekolah (US), Ujian Kota/Kabupaten (UK) , Ujian Provinsi (UP) dan Ujian Nasional (UN) yang lebih adil dan realistis, sesuai dengan akal sehat.
Untuk US semua murid harus ikut dan US menjadi syarat kelulusan murid. Hanya agar US dan sekolah punya kewibawaan, gengsi dan greget, maka US harus menjaga mutunya dan jika ada murid yang tidak lulus, maka murid tersebut untuk mengulang pada US lagi.
Jika sudah mengulang US juga tidak lulus lagi, maka tetap diluluskan tapi dengan diberi tugas dan diberi hukuman yang mendidik. Tidak seperti sekarang, murid dengan tenang dan santai saja, karena pasti dijamin naik dan lulus bro.
Sedang UK, UP dan UN itu untuk murid dan sekolah tertentu, yang berprestasi saja, dan ketiga ujian ini untuk memetakan mutu pendidikan sekolah ditingkat Kota/Kabupaten, Provinsi dan Nasional.
Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti lebih bijaksana jika menyelesaikan masalah-masalah pendidikan yang rumit dan mendesak untuk segera diselesaikan, seperti, kesenjangan mutu pendidikan antara di kota dengan di daerah desa serta terpencil, kesejahteraan guru yang masih memprihatinkan (kecuali guru ASN, guru swasta sekolah yang sudah maju, guru yang sudah dapat sertifikasi), tawuran pelajar yang masih terus terjadi, pergaulan bebas pelajar yang mengakibatkan banyaknya murid SMA/SMK hamil sebelum menikah. sungguh ini membuat miris kita semua.
Ayo pak menteri yang baru dan timnya, penulis tunggu diajak untuk berdiskusi membahas masalah-masalah ini. Seperti pernah bapak katakan diawal bapak diangkat menjdi menteri, untuk tidak tergesa-gesa dalam membuat keputusan serta akan mengajak pihak-pihak yang terkait.
Jika kita membahas dan menerapkan UN lagi, UN lagi kapan majunya pendidikan di Indonesia?. Jayalah Indonesiaku.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















