
BOGORTODAY.COM – Di tengah kehidupan Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, ada dua anak penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian lebih.
Marwan, seorang bocah berusia enam tahun, dan Enda yang kini berusia 15 tahun. Keduanya berjuang dengan kondisi yang memerlukan dukungan intensif, namun akses mereka terhadap bantuan dan fasilitas yang memadai masih sangat terbatas.
Fitria Susanti, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Leuwinutug, menjelaskan meskipun ada upaya dari pemerintah pusat, melalui program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pihak desa merasa tak dapat memberikan banyak lebih dari itu.
PKH memberikan bantuan uang tunai, sementara BPNT memberikan bantuan sembako yang dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar penyandang disabilitas di desa tersebut.
“PKH bentuknya uang, kalau BPNT sembako. Harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik, sembakonya ada, uangnya juga ada,” ujar Fitria saat diwawancarai Selasa (7/1/2025).
Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat sudah cukup untuk membantu keluarga Marwan dan Enda, dan bahwa desa pun memiliki keterbatasan dalam menyediakan fasilitas lebih lanjut.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















