
“Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan support. Kemudian terkait dengan alternatif pembiayaan. Dari total rencana selama 20 tahun ke depan, itu membutuhkan biaya. Tidak mungkin semuanya dibebankan ke kami,” tuturnya.
Rivelino mengatakan, perubahan menjadi Perseroda atau Perumda membutuhkan kajian. Jajaran direksi siap memberikan manfaat dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Bogor.
“Tentunya dari sebelumnya dari PDAM jadi perumda, kan kita memberikan pelayanan juga. Dan perseroda juga tetap memberikan pelayanan, hanya mungkin prosesnya akan lebih cepat,” ujar Rivelino.
Ditempat yang sama, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan, jadi dalam hal ini, pendanaan proyek ini 51 persen berasal dari Tirta Pakuan, dan sisanya 49 perseb berasal dari Cipta Karya, Kementerian PUPR, APBN, dan APBD.
“Mereka memiliki program 20 tahun yang membutuhkan pendanaan yang cukup, dengan mengundang mitra untuk pembiayaan alternatif dari Bank Dunia dan lembaga perbankan,” kata Ardani.
Ardani menjelaskan bahwa tujuan pemerintah Indonesia adalah meningkatkan air bersih dan air minum, yaitu 15 persen hingga tahun 2030, jadi 40 persen harus ditingkatkan.
“Inilah program-program ini yang kami sampaikan untuk mengejar target. Tentu perlu penambahan kapasitas, kemudian pelanggan, penambahan jaringan dan salah satu itu untuk penurunan pilihan lain juga, yaitu untuk penambah idle capacity,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














