Lonjakan Harga Cabai Rawit Merah Disebabkan Banjir, Produksi Terganggu

Astawa menyebutkan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk mendistribusikan cabai dari daerah yang masih surplus ke daerah-daerah dengan harga tinggi, seperti Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga yang telah mencapai angka yang sangat tinggi.

“Kami ingin melihat dan mengidentifikasi daerah mana yang masih surplus, kemudian kami akan membantu mendistribusikan cabai ke daerah-daerah dengan harga relatif tinggi, termasuk Jakarta yang hampir Rp130 ribu per kilogram,” jelas Astawa.

Dia juga mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah diperkirakan akan turun bertahap dalam waktu dekat. Meski demikian, penurunan harga tidak akan dilakukan secara drastis untuk menghindari dampak negatif terhadap pendapatan petani.

BACA JUGA :  Sering Pegal Saat Berada di Ruangan Ber-AC? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

“Kami harap harga cabai bisa turun ke angka sekitar Rp125 ribu, Rp120 ribu. Kami tidak ingin harga langsung turun tajam karena itu bisa merugikan petani,” tambahnya.

Untuk mencegah terulangnya lonjakan harga cabai di masa depan, pemerintah akan terus memantau kondisi produksi dan distribusi cabai rawit merah.

BACA JUGA :  Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Diupayakan Damai, Pertemuan Dijadwalkan Juli 2026

Astawa menegaskan bahwa sektor pertanian dan pangan harus terus mendapat perhatian agar kestabilan harga dapat terjaga, baik untuk petani maupun konsumen.

Dengan upaya distribusi yang lebih baik dan peningkatan ketahanan pangan, diharapkan harga cabai rawit merah akan kembali normal dalam waktu yang tidak terlalu lama.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================