Angin Puting Beliung Landa Desa Alasdowo, 13 Rumah Rusak di Pati

Angin Puting Beliung Landa Desa Alasdowo, 13 Rumah Rusak di Pati

BOGORTODAY.COM Angin puting beliung menerjang Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, pada Minggu (12/1/2025) siang sekitar pukul 12.50 WIB.

Kejadian bencana alam ini menyebabkan kerusakan pada 13 rumah warga dan sejumlah pohon tumbang, meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Camat Dukuhseti, Agus Sunarko, menjelaskan bahwa bencana dimulai dengan hujan deras disertai angin puting beliung yang cukup kuat.

“Rumah yang terdampak ada 13 rumah di RW 1 dan 2 Desa Alasdowo,” ujar Agus saat dikonfirmasi.

Ia juga menyebutkan bahwa kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 juta, karena angin puting beliung menyebabkan genteng atap rumah terbang berterbangan dan merusak bangunan.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Berbalik Naik, Ketegangan Timur Tengah Kembali Picu Kekhawatiran Pasar

Meski begitu, Agus menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Warga bersama TNI dan Polri langsung bergotong royong untuk memperbaiki kerusakan rumah-rumah yang terdampak.

Selain itu, mereka juga membantu mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang dan membersihkan sisa-sisa debris yang ditinggalkan oleh bencana alam tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Alasdowo, Babinsa, Babinkamtibmas, dan warga masyarakat yang telah bergotong royong membantu warga yang rumahnya rusak dan merapikan pohon-pohon yang tumbang,” ungkap Agus.

Agus juga meminta kepada warga yang terdampak untuk bersabar dan berharap agar kondisi desa segera pulih seperti semula. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam serupa.

BACA JUGA :  Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Mana yang Lebih Utama?

Sementara itu, Sutarno, Kepala Bidang Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Pati, mengungkapkan bahwa tim relawan dari BPBD sedang melakukan pendataan kerusakan yang terjadi akibat angin kencang tersebut.

“Kami tengah melakukan pendataan asesmen di lokasi untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi,” kata Sutarno.

Dengan adanya bantuan dan gotong royong dari berbagai pihak, diharapkan warga dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa, meski kerusakan yang ditimbulkan cukup merugikan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================