
Kami berharap perbaikan segera dilakukan untuk menghindari kerugian lebih lanjut, termasuk dampaknya terhadap ribuan hektare lahan pertanian di Bantul,” kata Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul.
Menteri PUPR Dody Hanggodo juga menambahkan, selain faktor cuaca ekstrem dan curah hujan yang sangat tinggi, salah satu penyebab utama kerusakan ini adalah penambangan pasir ilegal di sepanjang Sungai Progo.
Penggunaan mesin penyedot pasir secara berlebihan telah merusak struktur dasar sungai dan memperburuk kondisi lingkungan sekitar, termasuk kerusakan pada groundsill dan talud.
“Kami tengah melakukan kajian mendalam terkait praktik penambangan pasir dengan mesin penyedot yang merusak lingkungan sungai. Ini harus segera ditertibkan agar tidak menambah kerusakan yang lebih parah,” tegas Dody Hanggodo.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan segera melaksanakan program tanggap darurat untuk melakukan perbaikan sementara pada struktur yang rusak dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Fokus utama perbaikan adalah pada bagian groundsill dan talud untuk mengurangi risiko keruntuhan lebih lanjut yang bisa berpengaruh pada akses transportasi dan pertanian di kawasan tersebut.
Jembatan Srandakan sendiri merupakan salah satu infrastruktur penting yang menghubungkan wilayah Bantul dengan Kulon Progo, serta menjadi jalur utama bagi kendaraan yang akan menyeberang ke wilayah Jawa Timur.
Perbaikan cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah terhambatnya mobilitas dan berdampak lebih luas pada perekonomian lokal.
Pemerintah setempat juga menghimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana alam lainnya, dan selalu mengikuti arahan serta imbauan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















