
Bambang menjelaskan bahwa sejak lima hari terakhir, donasi berupa katrol gantung telah digunakan untuk memindahkan barang-barang, seperti bahan makanan, ke wilayah Dukuh Tembelan yang terisolasi.
“Kami gunakan katrol gantung ini untuk menyalurkan bantuan ke warga Dukuh Tembelan. Mereka sampai saat ini masih sulit mencari bahan-bahan makanan karena jembatan utama ini putus. Akses ke Petungkriyono tidak bisa, ke bawah (Pekalongan) juga tidak bisa,” jelas Bambang.
Desa Kayupuring terletak di posisi strategis, menghubungkan wilayah Petungkriyono dan Pekalongan, namun kini akses dari kedua arah terputus. Warga setempat kini menghadapi kesulitan besar dalam melakukan kegiatan ekonomi mereka.
Akses ke ladang dan sawah terhambat, dan petani kesulitan memperoleh bahan kebutuhan pertanian, seperti pupuk dan benih. Dengan tidak berfungsinya sistem irigasi akibat putusnya jembatan, aktivitas pertanian pun terancam mengalami keterlambatan.
“Bertani saat ini tidak mungkin, karena irigasi nggak ada. Pertanian padi sawah mulai tanam pasti mundur,” ungkap Bambang yang menunjukkan dampak langsung dari bencana ini terhadap kehidupan ekonomi masyarakat setempat.
Warga Desa Kayupuring kini berharap pemerintah dapat segera mengatasi masalah ini dengan membangun jembatan permanen atau menyediakan jembatan darurat yang lebih kokoh untuk menghubungkan kembali daerah mereka dengan Pekalongan dan Petungkriyono.
Selain itu, upaya perbaikan jembatan harus dilakukan dengan memperhatikan ketahanan terhadap bencana alam, mengingat wilayah ini rentan terhadap bencana banjir dan longsor.
Perhatian terhadap infrastruktur transportasi di wilayah-wilayah rawan bencana seperti Desa Kayupuring sangat dibutuhkan agar tidak terjadi lagi isolasi yang memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, serta agar distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan diharapkan segera merespons dengan tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini, baik dengan membangun jembatan sementara atau dengan perbaikan jembatan permanen agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















