Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Aceh Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

BOGORTODAY.COM Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, pada Jumat (31/1/2025) malam pukul 18.03 WIB.

BMKG melaporkan bahwa gempa ini terjadi di kedalaman 29 kilometer, dengan titik pusat gempa berada 36 km barat daya Aceh Selatan, pada koordinat 3.15 Lintang Utara dan 96.95 Bujur Timur. Meskipun cukup kuat, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas berbeda.

Di Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Simeulue, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah).

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Banda Aceh, Dolok Sanggul, Humbahas, Kutacane, Sigli, Aceh Besar, Aceh Jaya, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah merasakan getaran dengan skala intensitas III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah, mirip seperti truk berlalu).

Di daerah yang lebih jauh seperti Medan dan Gunung Sitoli, gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI, di mana getaran hanya terasa oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan gempa ini menunjukkan bahwa tidak ada potensi tsunami.

Hingga pukul 18.35 WIB, BMKG mencatat telah terjadi tiga kali aktivitas gempa susulan (aftershocks), dengan magnitudo terbesar M3,8 pada pukul 18.17 WIB.

BACA JUGA :  7 Cara Menghadapi Orang Toksik Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental

Pihak BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memastikan bahwa bangunan tempat tinggal cukup tahan terhadap gempa sebelum kembali ke dalam rumah.

BMKG mengingatkan pentingnya memeriksa dan memastikan kestabilan bangunan untuk mencegah potensi bahaya lebih lanjut.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================