
Dengan demikian, untuk bisa kembali mendaki, Abu Khoir harus menunjukkan sikap baik terlebih dahulu.
Sanksi ini juga dimaksudkan sebagai pembelajaran bagi para pendaki lainnya. “Untuk pelajaran teman-teman pendaki, iya jera, kita bisa buat konten tapi harus hati-hati, biar tidak sak-sake (seenaknya),” tambah Eko.
Tlogo Kuning, tempat di mana Abu Khoir membuat konten tersebut, merupakan lokasi yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat untuk ritual sembahyang. Eko mengingatkan agar para pendaki menjaga sikap dan menghormati kesakralan tempat-tempat seperti Tlogo Kuning.
“Karena Tlogo Kuning Gunung Lawu itu kan dipercaya masyarakat, dikepercayaan itu masih ibarat untuk ritual sembahyang, kepercayaan itu. Ya biar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kita masyarakat lereng Lawu menjaga kesakralan itu,” ungkap Eko.
Sebelumnya, video yang diunggah oleh akun Instagram @mr_*** tersebut sempat viral dan menuai reaksi negatif dari berbagai kalangan, termasuk komunitas pendaki dan relawan.
Dalam video itu, meskipun si pemilik akun mengklaim bahwa air yang tampak seperti air kencing itu berasal dari botol minuman, aksi tersebut tetap dianggap tidak menghormati tempat yang dihormati oleh banyak orang.
Dengan sanksi ini, diharapkan pendaki lain dapat lebih berhati-hati dalam membuat konten di media sosial, terutama yang berkaitan dengan tempat-tempat yang memiliki nilai budaya dan kepercayaan lokal.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















