
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa dalam menentukan arah untuk mengambil peran yang dapat menciptakan perubahan yang positif.
“Paradigma menentukan arah, bukan sekadar langkah. Saat pola pikir berkembang, masa depan pun terbentuk. Hari ini, pemuda perlahan mengambil peran di berbagai bidang politik, ekonomi, dan lebih banyak lagi. Besok? Mereka yg akan lebih banyak andil melanjutkan tongkat estafet!” ungkap Hasby.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tantangan kewirausahaan di era digital. Diharapkan dengan acara ini dapat menghadirkan program-program yang bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam berwirausaha serta meningkatkan pertumbuhan pembangunan, perekonomian, telebih pada industri kreatif dan UMKM lokal.
Uwais Thoriq menambahkan bahwa BEM STIE GICI akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak pemangku kebijakan lainnya untuk memastikan mahasiswa mendapatkan ruang yang lebih luas dalam pembangunan dan perekonomian di Kota Bogor.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Sudah saatnya kita mengambil peran lebih besar, bukan hanya mengkritik kebijakan, tetapi juga terlibat dalam perumusan solusi yang konkret. Dengan kolaborasi yang erat antara mahasiswa, pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya, kita dapat menciptakan Bogor yang lebih maju dan berdaya saing,” tutup Uwais Thoriq.
Diskusi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dan pemerintah daerah dapat bersinergi untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, mahasiswa diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan, memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















