Tragedi Balita Hanyut di Sungai Umpu, Way Kanan: Pencarian Masih Berlanjut

Tragedi Balita Hanyut di Sungai Umpu, Way Kanan: Pencarian Masih Berlanjut. (Istimewa)

BOGORTODAY.COM – Seorang balita berusia dua tahun, Nur Latifah, warga Desa Menanga, Kecamatan Banjit, Way Kanan, Lampung, dilaporkan hanyut di Sungai Umpu pada Kamis (6/2/2025) lalu.

Kejadian tragis ini terjadi ketika korban menemani ibunya untuk mencuci pakaian di sungai, sebuah kegiatan yang rutin dilakukan oleh keluarga tersebut.

Pada hari kejadian, ibu korban sedang mencuci baju di sungai, namun tanpa disadari, anaknya hilang. Dugaan sementara, Nur Latifah jatuh ke sungai dan tenggelam.

Ibu korban, yang panik, segera pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada suaminya, lalu melaporkan kejadian itu kepada aparat desa setempat.

Setelah laporan diterima, aparat desa bersama warga dan keluarga korban langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, hingga Sabtu (8/2/2025), korban belum juga ditemukan.

BACA JUGA :  Tipu 14 Anak Buah hingga Rp1,3 Miliar, Oknum Pejabat Satpol PP Kota Bogor Resmi Dipecat!

Keluarga yang tak putus asa, akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung untuk memperoleh bantuan lebih lanjut.

Mendapatkan laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung segera mengerahkan personel dan memulai operasi SAR pada Minggu (9/2/2025) sejak pukul 06.30 WIB.

Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, menggunakan perahu karet dan alat deteksi bawah air (aquaeye) untuk memantau aliran sungai dan area sekitar yang diduga menjadi jalur pergerakan korban. Namun, meskipun upaya keras telah dilakukan, pencarian ini belum membuahkan hasil.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Anjlok Rp30.000 per Gram, Buyback Turun Lebih Dalam

Koordinator Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri, menyampaikan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Senin (10/2/2025) pagi.

“Kami berupaya untuk melaksanakan pencarian lebih lanjut hingga radius 3 kilometer dari lokasi kejadian, bergerak menuju hilir sungai,” ujar Zian.

Tim SAR berharap dapat menemukan korban secepatnya dan memberikan kepastian bagi keluarga yang tengah menunggu dengan penuh harapan.

Pencarian ini menunjukkan besarnya upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari aparat desa, keluarga, hingga tim SAR gabungan. Masyarakat pun berharap agar tragedi ini segera menemukan titik terang dan korban dapat ditemukan dengan selamat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================