
“Bis Trans Metro Pakuan itu sebuah nama bagi kebanggaan Kota Bogor. Jadi perubahan nama bis inipun sudah sesuai kajian dan diusulkan ke Pemkot Bogor. Kalau dulu BisKita, itu adalah program dan produk kementerian dan tidak hanya di Kota Bogor saja, tetapi di kota kota lainnya menggunakan nama BisKita, tetapi karena sumbernya APBD Kota Bogor, maka namanya bukan BisKita lagi,” jelasnya.
Menurutnya, Bis Trans Metro Pakuan akan menggunakan sistem Buy The Service di bawah tanggung jawab Dinas Perhubungan Kota Bogor, dengan Perumda PTP sebagai fungsi kontrol dan operasional.
Nantinya, kata Marse, skema untuk koridor 5 dan 6 bersifat mandiri dan tidak didanai oleh APBD. Skema ini akan ditawarkan kepada penyedia layanan untuk dijalankan dan pendapatan akan diberikan kepada mereka, dengan dampak dan manfaat yang masih dikaji.
“Skema tarif di koridor 1 dan 2 masih tetap seperti BisKita, kemudian tarif di 2 koridor yang akan ditawarkan kepada pihak ketiga juga seharusnya sama, untuk itu masih dilakukan kajian,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel















