BOGORTODAY.COM – Kolang-kaling adalah camilan segar yang sering menjadi pilihan masyarakat, terutama saat bulan puasa. Rasanya yang segar dan cicik menjadikannya pelengkap es campur, kolak, atau hidangan lainnya.
Namun, meski enak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kolang-kaling tetap aman dikonsumsi untuk kesehatan. Berikut ini adalah beberapa tips agar Anda tetap bisa menikmati kolang-kaling dengan aman.
- Perhatikan Kadar Gula
Kolang-kaling sering kali disajikan dalam bentuk manisan yang mengandung banyak gula. Tentu saja, konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, dan masalah jantung.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Aliya Farkha Sofiyani dkk dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, penting untuk memperhatikan jumlah gula yang digunakan dalam pembuatan manisan kolang-kaling.
Gula aren dan gula kelapa bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan gula tebu karena mengandung vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.
- Waspada Kolang-Kaling yang Mengandung Formalin
Beberapa pedagang nakal terkadang menambahkan formalin pada kolang-kaling untuk mengawetkannya.
Formalin merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan bisa mengiritasi lambung, mata, hidung, tenggorokan, serta bersifat karsinogenik. Jika Anda membeli kolang-kaling, penting untuk mengetahui ciri-ciri kolang-kaling yang mengandung formalin, seperti:
- Aroma: Kolang-kaling yang sudah dicampur formalin biasanya kehilangan aroma khasnya yang sedikit asam. Jika kolang-kaling tidak berbau, kemungkinan besar telah tercampur formalin.
- Tidak dihinggapi lalat: Kolang-kaling yang mengandung formalin tidak akan mudah dihinggapi lalat, karena kandungan formalin tersebut menghilangkan baunya.
- Tekstur kenyal: Kolang-kaling berformalin cenderung lebih kenyal dan mudah digigit, namun teksturnya terasa tidak alami.
- Warna putih pekat: Kolang-kaling yang sehat biasanya memiliki warna transparan atau pucat. Namun, kolang-kaling yang mengandung formalin akan tampak putih pekat dan tidak transparan.
- Tahan lama: Kolang-kaling yang tercampur formalin lebih tahan lama dan tidak cepat basi meskipun disimpan di suhu ruang.
Untuk itu, pastikan untuk membeli kolang-kaling dari penjual yang tepercaya dan memeriksa kualitasnya sebelum dikonsumsi.
- Manfaat Kolang-Kaling untuk Kesehatan
Meski perlu berhati-hati, kolang-kaling juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan, antara lain:
- Meredakan Radang Sendi: Kolang-kaling mengandung galaktomanan yang bermanfaat untuk meredakan radang sendi. Mengonsumsi kolang-kaling yang direbus tanpa pewarna dan gula tambahan bisa membantu meringankan gejala radang sendi.
- Mengontrol Gula Darah: Kolang-kaling mengandung senyawa polisakarida glukomanan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah diabetes. Ini membuatnya menjadi pilihan makanan yang baik bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Menjaga Kesehatan Jantung: Senyawa polisakarida glukomanan yang terkandung dalam kolang-kaling juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan demikian, kolang-kaling dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Kolang-kaling adalah makanan lezat dan segar yang banyak digemari, terutama di bulan puasa. Namun, agar tetap aman dikonsumsi, penting untuk memperhatikan kadar gula yang digunakan dan memastikan kolang-kaling yang dibeli bebas dari formalin.
Selain itu, kolang-kaling juga memiliki manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh, terutama untuk meredakan radang sendi, mengontrol gula darah, dan menjaga kesehatan jantung. Jadi, nikmatilah kolang-kaling dengan bijak dan tetap jaga kesehatan Anda!***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















