2 Gunung di Flores Meletus, Warga Diminta Waspada

2 Gunung di Flores Meletus, Warga Diminta Waspada

BOGORTODAY.COM – Dua gunung api di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi dalam waktu berdekatan pada Senin, (17/2/2025).

Gunung-gunung yang meletus tersebut adalah Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata.

Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Gunung Ile Lewotolok meletus lebih awal, sekitar pukul 00.12 WITA dini hari. Gunung berstatus level II atau waspada ini memuntahkan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak, yang diperkirakan sekitar 1.623 meter di atas permukaan laut.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,1 milimeter (mm) dan berlangsung selama kurang lebih 44 detik. Selain abu vulkanik, erupsi ini juga disertai lontaran lava pijar dan suara gemuruh sedang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, mengimbau agar masyarakat sekitar, terutama yang berada di Desa Lamatokan dan Desa Jontona, untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya seperti guguran lava.

Warga di sekitar sektor barat, seperti Desa Amakaka, juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari pusat erupsi dan menghindari longsoran lava.

BACA JUGA :  Tidur di Kamar Dingin Setiap Malam, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Pihak berwenang juga mengingatkan warga yang tinggal di lembah atau aliran sungai yang berhulu di Gunung Ile Lewotolok untuk tetap waspada terhadap potensi lahar saat musim hujan.

Sebelumnya, pada Minggu, 16 Februari 2025, Gunung Ile Lewotolok juga mengalami delapan kali letusan dengan tinggi kolom abu yang mencapai 100-200 meter, dengan asap berwarna putih kelabu. Letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo 3,3-7,1 mm dan durasi sekitar 33-50 detik.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Beberapa jam setelah Gunung Ile Lewotolok meletus, pada pukul 05.58 WITA, Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Flores Timur juga meletus. Gunung ini memiliki status level IV atau Awas, dan erupsi memuntahkan kolom abu setinggi 900 meter di atas puncak, yang diperkirakan sekitar 2.484 meter di atas permukaan laut.

Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,1 mm dan durasi sekitar 44 detik.

Herman Yosef S Mboro, petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, mengimbau agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi serta di sektor barat daya, utara, dan timur laut sejauh 7 kilometer.

BACA JUGA :  Beasiswa Fast Retailing Foundation 2026 Dibuka Juli Mendatang, Kesempatan Kuliah S1 di Jepang

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan yang bisa terjadi jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu juga disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi sistem pernapasan.

Peringatan Waspada

Kedua gunung yang meletus ini memunculkan ancaman yang serius bagi masyarakat sekitar. Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik di kedua gunung dan memberikan imbauan untuk selalu mengikuti instruksi dari petugas.

Warga diminta untuk tetap waspada dan menghindari daerah-daerah yang sudah diidentifikasi sebagai zona bahaya, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan lahar atau hujan abu.

Kejadian ini menambah daftar aktivitas vulkanik yang patut diperhatikan di wilayah Flores, dan diharapkan masyarakat dapat menjaga kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================