SDIT Mutiara Hati Banjarnegara Buka Suara Soal Pemberhentian Novi Citra Indriyati, Vokalis Band Sukatani

SDIT Mutiara Hati Banjarnegara Buka Suara Soal Pemberhentian Novi Citra Indriyati, Vokalis Band Sukatani

BOGORTODAY.COM – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati Banjarnegara akhirnya memberikan penjelasan terkait pemberhentian Novi Citra Indriyati, vokalis band Sukatani yang juga mengajar di sekolah tersebut.

Keputusan pemecatan ini langsung menjadi perbincangan publik setelah Novi menjadi sorotan di media sosial.

Kepala SDIT Mutiara Hati, Eti Endarwati, menjelaskan bahwa pemberhentian Novi dilakukan karena yang bersangkutan dinilai melanggar kode etik dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh yayasan sekolah.

Menurut Eti, sebagai sebuah institusi pendidikan Islam, sekolah ini mengharapkan semua guru dan karyawan untuk mematuhi aturan yang berlaku.

“Tempat Novi mengajar ini kan merupakan sekolah Islam, di mana seorang guru maupun karyawan di sekolah ini harus menaati aturan yang sudah ditetapkan,” kata Eti dalam penjelasannya, Minggu (23/2/2025).

Keputusan ini berawal dari laporan yang diterima pada 5 Februari 2025, yang menyebutkan bahwa Novi merupakan vokalis band bergenre punk. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak yayasan dan sekolah memanggil Novi untuk memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Dari hasil pemeriksaan, Novi dianggap melanggar kode etik sekolah, terutama dalam hal ketentuan syariat Islam, yakni terkait dengan pakaian dan aurat, yang menurut aturan harus mengenakan jilbab.

“Dari kejadian ini yayasan dan sekolah melakukan tindakan dengan memberi sanksi berupa diberhentikan dari guru tempat Novi mengajar,” ujar Eti.

Novi sendiri dikabarkan menerima keputusan tersebut dan mengakui bahwa dirinya telah melanggar aturan yang berlaku di sekolah. “Secara pribadi, Mbak Novi menerima karena memang mengakui melanggar aturan,” tambah Eti.

Staf Tata Usaha SDIT Mutiara Hati, Ali Prayoga, yang juga mengenal Novi, mengatakan bahwa Novi adalah sosok guru yang baik dan disenangi oleh siswa. “Orangnya baik dan dikenal baik oleh guru-guru maupun orang tua siswa di sini,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, turut memberikan respons atas pemberhentian Novi.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di sela-sela kegiatan retreat kepala daerah di Magelang, Fahmi menyatakan bahwa Pemkab Purbalingga terbuka untuk menerima Novi jika ia ingin melanjutkan kariernya sebagai pengajar di Kabupaten Purbalingga.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Purbalingga. Berkaitan isu yang sedang viral di berbagai platform media sosial, saya dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi jika berkenan untuk mengabdi di sekolah Kabupaten Purbalingga. Insya Allah, saya siap menerima dan mensupport,” kata Fahmi dalam pernyataannya yang dikutip dari akun X @Bang Gatse, Minggu (23/2/2025).

Kejadian ini menambah sorotan terhadap hubungan antara nilai-nilai agama dalam pendidikan dan kebebasan individu, serta menimbulkan berbagai pendapat di kalangan masyarakat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================