BOGORTODAY.COM – WS (84), warga Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi ke sawah, akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Jenazah kakek tersebut ditemukan di dam Tukuman, Kecamatan Cawas, Klaten, setelah sebelumnya mengalami kesulitan dalam proses pencarian.
Kakek WS pergi ke sawah pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, namun pada sore hari, cucunya yang mendatangi sawah tidak menemukan WS di tempat yang biasa ia bekerja.
Setelah dicari di sekitar sawah, cucunya hanya menemukan sepeda onthel dan cangkul korban di tanggul sungai, serta topi yang diduga milik WS di pinggir sungai yang terjatuh ke pohon pisang yang roboh. Tidak menemukan jejak kakeknya, keluarga kemudian meminta bantuan warga setempat dan pihak desa.
Pada Senin (24/2/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, WS dikabarkan tenggelam di Sungai Giligan, Desa Ceporan, Gantiwarno. Proses pencarian pun segera dimulai, dengan tim SAR Kabupaten Klaten melakukan upaya penyelamatan.
Pada Selasa (25/2/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, seorang pemancing menemukan jenazah WS di dam Tukuman, Kecamatan Cawas. Jenazah tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek setempat dan relawan yang segera melakukan evakuasi.
Kapolsek Cawas, AKP Umar Mustofa, mengungkapkan bahwa korban dipastikan berasal dari Desa Ceporan setelah keluarga memastikan identitas korban melalui foto yang dikirimkan.
Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh WS. Sebelumnya, tim SAR dan relawan sempat menemukan WS sekitar 20 meter dari lokasi tenggelam, namun upaya evakuasi saat itu gagal karena arus sungai yang cukup deras.
Komandan SAR Kabupaten Klaten, Irwan Santoso, menjelaskan bahwa meskipun tim penyelam telah menemukan korban pada hari Senin sore, upaya untuk mengangkat jenazah sempat terhalang oleh arus banjir yang deras.
Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian pada hari berikutnya, memperluas area pencarian hingga 1,7 kilometer dari lokasi awal, yang akhirnya membuahkan hasil.
Irwan menambahkan bahwa jarak antara lokasi korban tenggelam dengan tempat penemuan jenazah mencapai sekitar 22 kilometer, karena korban hanyut terbawa arus Sungai Dengkeng.
Setelah keluarga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan adalah WS, pihak SAR memutuskan untuk menutup operasi pencarian. “Operasi pencarian segera kita tutup setelah jenazah dipastikan oleh keluarga,” ujar Irwan Santoso.
Peristiwa ini mengingatkan kita akan potensi bahaya yang dapat timbul dari arus sungai yang deras, serta pentingnya kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar perairan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















