
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya saja sangat menggangu perekonomian masyarakat. Perekonomian warga jadi lumpuh,” kata Syarifudin.
Akibat ambruknya jembatan ini, jarak dan waktu tempuh warga menjadi lebih panjang. Jika sebelumnya perjalanan antar desa hanya memakan waktu sekitar satu jam, kini perjalanan menjadi dua jam karena harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh.
“Kami yang memiliki mobil harus keliling, jalannya memutar arah sehingga memakan waktu dua jam perjalanan,” tambahnya.
Warga dan Kepala Dusun setempat berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki jembatan tersebut dengan membangun jembatan yang lebih kokoh dan aman dari sebelumnya.
Mereka sangat mengharapkan adanya perhatian lebih dari pihak pemerintah agar kondisi ini segera tertangani, mengingat pentingnya jembatan tersebut bagi kelancaran aktivitas sehari-hari dan perekonomian masyarakat.
Dengan adanya jembatan darurat yang masih memerlukan kewaspadaan, masyarakat berharap agar pembangunan jembatan baru segera terealisasi untuk menghindari potensi bahaya dan memulihkan perekonomian warga yang terdampak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















