Banjir di Karawang Sebabkan Tanah Ambles dan Jembatan Putus, Warga Terisolasi

Banjir di Karawang Sebabkan Tanah Ambles dan Jembatan Putus, Warga Terisolasi

BOGORTODAY.COM Banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebabkan kondisi tanah menjadi labil di beberapa titik.

Salah satunya di Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, di mana tanah di depan rumah seorang warga ambles hingga mengakibatkan lima anak-anak terperosok ke dalam lubang sedalam dua meter. Kejadian ini terjadi pada Selasa malam (4/3/2025), menggegerkan warga setempat.

Aep, seorang warga yang turut menolong korban, menjelaskan bahwa kelima anak tersebut sedang bermain di area tersebut ketika tanah tiba-tiba ambles dan mereka jatuh ke dalam lubang.

“Untungnya kami melihat kejadian ini dan bisa langsung menolong. Kalau terlambat, mereka bisa terkubur,” ujar Aep.

Peristiwa tanah ambles ini diduga terjadi akibat tanah yang menjadi labil setelah digerus air Sungai Citarum.

Debit air yang tinggi akibat hujan deras yang terus-menerus mengguyur daerah tersebut memperburuk kondisi tanah di sekitar sungai.

BACA JUGA :  Kenali Sejak Dini: Ini 7 Jenis Gangguan Mental yang Paling Umum Terjadi

Petugas BPBD Karawang segera menuju lokasi untuk melakukan penyisiran dan mengidentifikasi daerah-daerah yang rawan longsor lebih lanjut.

Banjir di Karawang sendiri telah berlangsung selama lebih dari sepekan terakhir, menyebabkan banyak wilayah terdampak.

Salah satu daerah yang mengalami dampak parah adalah Kecamatan Pangkalan, yang terendam banjir dan mengisolasi empat desa.

Camat Pangkalan, Rully Sutrisna, mengungkapkan bahwa jembatan penghubung antara Kecamatan Pangkalan dan Tagalwaru ambles diterjang banjir. Akibatnya, ratusan warga terisolasi karena jembatan tersebut tidak bisa dilalui.

“Jumlah pastinya warga yang terisolasi masih dalam pendataan kami, tetapi diperkirakan mencapai ratusan orang,” kata Rully.

Jembatan Cicangor, yang merupakan akses utama bagi warga Pangkalan-Loji, juga mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga warga tidak bisa melintas.

Rully menambahkan bahwa pihaknya sedang mendata jumlah korban dan kerusakan akibat banjir, dan prioritas utama adalah segera memperbaiki jembatan yang rusak agar warga yang terisolasi bisa segera dievakuasi dan mendapatkan akses keluar.

BACA JUGA :  Kebiasaan Menyimpan Handuk di Kamar Mandi Ternyata Berisiko, Ini Penjelasan Ahlinya

Selain itu, Rully juga menegaskan bahwa perbaikan jembatan akan menjadi fokus utama pemerintah setempat, mengingat banyaknya warga yang bergantung pada akses tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Petugas BPBD juga terus bekerja keras untuk menanggulangi dampak banjir ini dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Banjir yang melanda Karawang menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, terutama di wilayah yang rawan longsor dan banjir.

Pemerintah daerah dan pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan perbaikan infrastruktur yang rusak agar aktivitas warga bisa kembali normal.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================