
Allah SWT pun mengingatkan dalam Al-Qur’an agar kita menjauhi ghibah, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain…” (QS. Al-Hujurat: 12).
Oleh karena itu, menjaga lidah selama berpuasa sangat penting untuk menjaga keabsahan puasa kita.
- Berdusta atau Berbohong
Berbohong adalah perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengerjakannya, maka Allah tidak akan memedulikan puasanya.” (HR. Bukhari).
Puasa mengajarkan kita untuk jujur dan menjaga diri dari kebohongan. Berbohong dalam keadaan normal sudah berdosa, apalagi jika dilakukan saat berpuasa. Ini bertentangan dengan tujuan utama puasa, yaitu untuk menahan diri dari segala bentuk keburukan, termasuk perkataan dusta.
- Berkata Kotor dan Mengumpat
Berkata kotor, mengumpat, atau menggunakan bahasa kasar juga dapat mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW berpesan, “Bila kalian berpuasa, janganlah berbuat rafats.” (HR. Bukhari).
Rafats mencakup segala bentuk perkataan atau perbuatan yang tidak baik, termasuk ucapan kotor atau kasar. Puasa adalah latihan untuk mengendalikan diri, dan ucapan buruk justru menunjukkan kurangnya pengendalian diri.
Oleh karena itu, selama berpuasa, kita seharusnya menjaga perkataan kita agar tetap sopan dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
- Bersikap Sombong
Sikap sombong dapat merusak nilai ibadah puasa. Puasa adalah momen untuk merendahkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kesombongan dapat membuat seseorang merasa lebih besar dari orang lain dan meremehkan orang lain, padahal Allah SWT mengingatkan kita untuk selalu rendah hati. Sikap sombong dapat mengurangi pahala ibadah, termasuk puasa.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu bermuhasabah dan menjaga hati dari sikap sombong selama berpuasa.
Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa dan meningkatkan amal ibadah. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk menjaga sikap, perkataan, dan perilaku selama berpuasa agar puasa yang dilaksanakan benar-benar membawa pahala yang maksimal.
Dengan menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, kita akan lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan berkah serta keberkahan yang luar biasa dari puasa Ramadhan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















