Hal-Hal yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa: Jaga Sikap dan Perilaku Selama Ramadhan

BOGORTODAY.COM – Saat berpuasa, kita tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga diuji untuk menjaga perilaku dan sikap kita agar puasa tetap bernilai di sisi Allah SWT.

Puasa yang hanya sebatas menahan lapar dan haus, tanpa menjaga amal perbuatan, bisa mengurangi bahkan menghilangkan pahala yang seharusnya didapat.

Rasulullah SAW bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar.” (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini mengingatkan kita bahwa menjaga diri dari dosa sangat penting agar puasa kita benar-benar memberikan pahala yang maksimal.

Apa saja perbuatan yang bisa mengurangi pahala puasa? Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar puasa kita tetap sempurna dan bernilai tinggi di sisi Allah.

  1. Melewatkan Sahur

Sahur merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan mengandung banyak berkah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan.” (HR. An-Nasa’i).

Meskipun puasa tetap sah tanpa sahur, meninggalkannya berarti kehilangan keberkahan yang dapat mempermudah kita menjalani puasa.

Bahkan, sahur yang dilakukan meskipun hanya dengan seteguk air dapat memberi energi dan keberkahan sepanjang hari.

  1. Tidur Sepanjang Hari

Tidur selama berpuasa memang bisa dianggap sebagai ibadah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.” (HR. Baihaqi).

Namun, ini bukan berarti kita dianjurkan tidur sepanjang hari. Puasa seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan amalan baik lainnya.

BACA JUGA :  Atap Pelana: Desain Klasik yang Fungsional dan Hemat Biaya untuk Hunian

Tidur sepanjang hari berarti melewatkan banyak kesempatan untuk memperoleh pahala dari perbuatan baik, seperti berzikir, membaca Al-Quran, atau membantu orang lain.

  1. Bergunjing (Ghibah)

Bergunjing atau membicarakan keburukan orang lain adalah dosa besar yang dapat menghilangkan pahala puasa. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Menggunjing adalah dosa yang lebih buruk dari berzina.” (HR. Thabrani).

Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari dosa lisan seperti ghibah, berdusta, atau namimah.

Allah SWT pun mengingatkan dalam Al-Qur’an agar kita menjauhi ghibah, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain…” (QS. Al-Hujurat: 12).

Oleh karena itu, menjaga lidah selama berpuasa sangat penting untuk menjaga keabsahan puasa kita.

  1. Berdusta atau Berbohong

Berbohong adalah perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengerjakannya, maka Allah tidak akan memedulikan puasanya.” (HR. Bukhari).

Puasa mengajarkan kita untuk jujur dan menjaga diri dari kebohongan. Berbohong dalam keadaan normal sudah berdosa, apalagi jika dilakukan saat berpuasa. Ini bertentangan dengan tujuan utama puasa, yaitu untuk menahan diri dari segala bentuk keburukan, termasuk perkataan dusta.

  1. Berkata Kotor dan Mengumpat

Berkata kotor, mengumpat, atau menggunakan bahasa kasar juga dapat mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW berpesan, “Bila kalian berpuasa, janganlah berbuat rafats.” (HR. Bukhari).

BACA JUGA :  Benarkah Harimau Takut pada Kucing? Ini Fakta Ilmiahnya

Rafats mencakup segala bentuk perkataan atau perbuatan yang tidak baik, termasuk ucapan kotor atau kasar. Puasa adalah latihan untuk mengendalikan diri, dan ucapan buruk justru menunjukkan kurangnya pengendalian diri.

Oleh karena itu, selama berpuasa, kita seharusnya menjaga perkataan kita agar tetap sopan dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

  1. Bersikap Sombong

Sikap sombong dapat merusak nilai ibadah puasa. Puasa adalah momen untuk merendahkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kesombongan dapat membuat seseorang merasa lebih besar dari orang lain dan meremehkan orang lain, padahal Allah SWT mengingatkan kita untuk selalu rendah hati. Sikap sombong dapat mengurangi pahala ibadah, termasuk puasa.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu bermuhasabah dan menjaga hati dari sikap sombong selama berpuasa.

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa dan meningkatkan amal ibadah. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk menjaga sikap, perkataan, dan perilaku selama berpuasa agar puasa yang dilaksanakan benar-benar membawa pahala yang maksimal.

Dengan menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, kita akan lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan berkah serta keberkahan yang luar biasa dari puasa Ramadhan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================