
Lima atau enam tahun lalu, museum ini didirikan, sebuah benteng terakhir untuk melindungi pusaka dari ancaman zaman.
“Dulu, pusaka-pusaka ini tersebar di rumah warga, tak terurus, dan banyak yang hilang,” kenang Dedi.
Kini, semua pusaka terhimpun di satu tempat, terawat dan terlindungi, siap untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
Masjid Al-Atiqiah tak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin menitipkan pusaka.
“Kami menerima hibah dari siapa saja, dengan skema yang jelas,” kata Dedi.
Hingga kini, Masjid Al-Atiqiah tetap berdiri kokoh, menjaga nyala api sejarah, dan merawat pusaka-pusaka yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang Bogor. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














