Dokter Bedah Mark Soliman Ingatkan Generasi Z Waspadai Kanker Kolorektal

BOGORTODAY.COM Dokter bedah Mark Soliman mengingatkan generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk lebih memperhatikan kesehatan mereka.

Salah satu perhatian utamanya adalah meningkatnya kasus kanker kolorektal, terutama pada usia muda.

Soliman mengungkapkan adanya tren yang mengkhawatirkan di mana lebih banyak pasien berusia 20-an yang didiagnosis menderita kanker kolorektal, padahal jenis kanker ini sebenarnya dapat dicegah.

“Saya melihat pasien berusia pertengahan 20-an dengan kanker agresif. Sebagai seorang dokter bedah, sungguh menyedihkan menyaksikannya karena penyakit ini 100 persen dapat dicegah,” ungkap Soliman.

Menurutnya, banyak anak muda yang enggan berbicara dengan dokter mengenai masalah kesehatan seperti kebiasaan buang air besar atau warna tinja mereka, yang sebenarnya bisa menjadi indikator awal masalah kesehatan, termasuk kanker kolorektal.

Soliman menjelaskan bahwa banyak kasus kanker kolorektal terjadi pada individu yang menjalani gaya hidup tidak sehat.

Kurangnya aktivitas fisik, diet yang kaya akan makanan olahan, serta kekurangan serat adalah faktor-faktor yang memperburuk kondisi ini.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Sebagai seorang ayah dua anak, Soliman merasa penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker kolorektal dan memberikan edukasi mengenai cara pencegahannya.

“Gejala kanker usus besar, sayangnya, muncul terlambat. Gejala-gejala itu bisa berupa perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit yang makin parah, perubahan diameter tinja, atau perdarahan rektal,” jelas Soliman.

Hal ini membuat kanker kolorektal sering terlambat terdiagnosis, sehingga semakin sulit untuk ditangani pada stadium lanjut.

Soliman merekomendasikan untuk menjalani gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan, antara lain dengan rutin berolahraga, mengonsumsi pola makan yang seimbang dan bergizi, serta berhenti merokok.

Ia juga menyarankan untuk menghindari konsumsi daging asap yang mengandung nitrat tinggi, yang telah terbukti terkait dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the National Cancer Institute menunjukkan bahwa ada empat tanda dan gejala yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dini di kalangan orang dewasa muda, yang didefinisikan sebagai orang yang terdiagnosis kanker sebelum usia 50 tahun.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Selama 20 tahun terakhir, insiden kanker usus besar dan rektum pada orang di bawah usia 55 tahun hampir dua kali lipat, dari 11 persen menjadi 20 persen.

Faktor risiko yang dapat mempengaruhi peningkatan insiden kanker kolorektal pada orang muda meliputi riwayat keluarga dengan kanker usus besar dan rektum tanpa mutasi genetik yang jelas, kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi, serta konsumsi alkohol yang berlebihan.

Soliman berharap generasi muda lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan mulai melakukan perubahan positif dalam gaya hidup sehari-hari untuk mencegah kanker kolorektal dan masalah kesehatan lainnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================