BOGORTODAY.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan lebat akan turun di sebagian besar wilayah Jabodetabek, pada Selasa (3/3/2025). Berdasarkan prakiraan hujan untuk wilayah Jabodetabek dari tanggal 10 hingga 16 Maret, hujan lebat diperkirakan akan turun pada 10 Maret di wilayah Bogor.
Pada tanggal 11 Maret, hujan lebat akan turun di wilayah yang cukup luas termasuk Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
BMKG memperkirakan tak ada potensi hujan lebat selain dua hari tersebut pada pekan ini di Jabodetabek. Seluruh wilayah Jabodetabek diperkirakan hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita menyebut pihaknya memprediksi puncak cuaca ekstrem di Jabodetabek bakal terjadi 11 Maret. Kondisi ini bahkan diprediksi bertahan hingga akhir Dasarian II Maret.
“Karena fenomenanya masih akan berlanjut meskipun akan mengalami penurunan sebentar, namun kemudian nampaknya puncaknya di tanggal 11 [Maret]. Jadi berangsur-angsur meningkat lagi, sehingga kemungkinan akan ekstrem lagi,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers pada Selasa (4/3).
Meluruskan pernyataan tersebut, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhan mengatakan BMKG belum memberikan peringatan dini cuaca ekstrem. Ia menyebut pernyataan Dwikorita adalah terkait potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi di Jabodetabek.
“BMKG belum memberikan peringatan dini cuaca ekstrem secara spesifik untuk tanggal 11-20 [Maret], yang dimaksud Ibu kepala adalah berdasarkan prediksi hujan pada dasarian II bulan Maret (11-20) wilayah Jabodetabek bagian selatan [khususnya Bogor] masih memiliki potensi hujan dengan kategori menengah- tinggi [khususnya Bogor], sehingga masih diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagan,” katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (8/3).
Andri menambahkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal April, di mana sebagian besar wilayah Tanah Air masih berada pada periode musim hujan di bulan Maret.
“Kemudian bulan April akan mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Seiring dengan transisi ini, potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai menurun secara bertahap,” tuturnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















