
Muritno juga menjelaskan bahwa pasar blok tersebut dibangun pada tahun 2004 dan hingga saat ini belum pernah dilakukan perbaikan besar. “Kalau tidak salah, dibangun tahun 2004. Sampai sekarang belum pernah perbaikan,” tuturnya.
Akibat ambruknya atap tersebut, sejumlah lapak pedagang dilaporkan terdampak. Meskipun begitu, hingga saat ini jumlah pasti pedagang yang terdampak masih dalam proses asesmen.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini karena pasar saat kejadian dalam kondisi relatif sepi.
“Yang jelas ada lapak yang terkena. Cuma masih dihitung jumlahnya. Saat ini masih mencari solusi untuk menampung pedagang yang terkena dampak,” pungkas Muritno.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur pasar yang sudah tua, guna memastikan keselamatan pedagang dan pengunjung.
Pihak pasar dan pemerintah setempat diharapkan segera mengambil langkah-langkah untuk melakukan perbaikan dan memberi solusi bagi para pedagang yang terdampak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















